MEDAN,KabarMedan.com | Motif pembunuhan satu keluarga di Pasar I, Jalan Mangaan, Gang Banteng, Lingkungan XI, Mabar Medan Deli pada Minggu 9 April 2017 lalu sedikit demi sedikit terungkap. Polisi memastikan pembunuhan tidak hanya faktor dendam.
“Sementara motifnya pembunuhan itu tidak hanya dendam, tapi ingin menguasai uang hasil penjualan tanah korban,” kata Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto kepada wartawan, Rabu (12/4/2017).
Dalam kasus itu, polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut. Kedua orang yang ditangkap adalah Andi Syahputra (27) dan Roni (21) yang merupakan warga Lubuk Pakam, Deli Serdang.
Roni ditangkap di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa 11 April 2017. Sedangkan, Andi Sahputra (21) ditangkap di sekitar kawasan Air Batu, Kabupaten Asahan pada Rabu (12/4/2017).
Selain menangkap Andi, petugas mengamankan Irwansyah (33), warga Jalan Galang Simpang Jalan STM Lubuk Pakam, Deli Serdang. Pria tersebut masih berstatus saksi, karena hanya menemani Andi ke Air Batu, Asahan.
Roni berperan sebagai eksekutor terhadap tiga korban yaitu Syifa Fadillah Hinaya atau Naya (14), Gilang Laksono (11), dan balita berusia 4 tahun berinisial K.”Sementara Andi Saputra berperan sebagai penjaga di teras rumah untuk mengawasi orang-orang di sekitar lokasi kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.
Roni diketahui masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan korban. Ia merupakan keponakan Andi Lala (34) yang menjadi DPO. Istrinya Reni Safitri merupakan sepupu korban Sri Ariani.
Sementara, Andi Lala (34), warga Jalan Pembangunan II, Sekip, Lubuk Pakam masih dalam pengejaran dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Diberitakan, lima orang satu keluarga ditemukan tewas di rumah di Pasar I, Jalan Mangaan, Lingkungan XI, Mabar, Medan Deli pada Minggu 9 April 2017.
Korban pembunuhan yaitu pasangan suami istri Riyanto (40) dan Riyani (35) kedua anak mereka, Syifa Fadillah Hinaya alias Naya (14), Gilang Laksono (10) dan mertua Riyanto bernama Marni (60). Sementara seorang balita berusia 4 tahun berinisial K selamat dalam kejadian itu. [KM-03]














