Pertamina Pastikan Takaran BBM di SPBU Sesuai

MEDAN, KabarMedan.com | Pertamina memastikan produk BBM yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sudah melalui serangkaian uji mutu dan kuantitas, serta mengacu pada regulasi yang ditetapkan. Takaran yang sesuai menjadi bagian dari pelayanan untuk konsumen.

“SPBU sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat, juga senantiasa wajib melakukan pengecekan/pemeriksaan terhadap mutu dan jumlah sebelum dijual kepada konsumen. SPBU Pertamina dilengkapi dengan berbagai alat, seperti Hydrometer untuk masing-masing produk, Gelas Ukur, Thermometer, Kaleng Sample, satu set Bejana Ukur plus Waterpass, hinga takaran di Mesin Pompa yang telah memenuhi persyaratan. Alat-alat yang dimiliki SPBU juga selalu dicek secara periodik,” kata Fitri Erika, selaku Area Manager Communication & Relations Sumbagut Pertamina, Rabu (17/2/2016).

Selain itu, lanjut dia, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga rutin melakukan tera (kalibrasi/pengujian takaran) nozzle pompa dispenser SPBU Pertamina.

“SPBU Pertamina juga memiliki kartu tera dengan masa berlaku sebagai bukti bahwa dispenser selalu ditera berkala. Ditambah lagi, persyaratan standard operasi SPBU bahwa setiap pagi semua dispenser harus dicek dan dipantau keakuratan meterannya sebelum memulai penjualan agar termonitor dengan baik,” ujarnya.

Pengujian dilakukan melalui takaran BBM yang keluar dari selang dengan bejana ukur. Takaran dianggap benar bila BBM yang keluar dari selang memenuhi bejana tepat sesuai dengan jumlah yang diminta.

Selain secara kuantitas, SPBU Pertamina juga senantiasa melakukan pengujian kualitas BBM yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kemurnian BBM di SPBU. Dengan menggunakan peralatan seperti hydrometer (alat pengukuran masa jenis), thermometer (alat pengukur suhu) dan gelas ukur.

“Apabila konsumen menemukan SPBU yang tidak sesuai dapat menginformasikan ke Contact Pertamina 500000 (diawali kode area) atau e-mail [email protected] agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.