Polresta Medan Amankan Majikan Penganiaya Pembantu

KABAR MEDAN | Unit Vice Control Sat Reskrim Polresta Medan sebuah rumah di Jalan Angsa/ Jalan Beo, Kecamatan Medan Timur yang diduga dijadikan sebai tempat penjualan manusia (Traficking), Kamis (27/11/2014).

Dari lokasi, polisi mengamankan pemilik yang diketahui bernama Syamsul serta tiga orang pembantu rumah tangga bernama Anis Rahayu (25) warga Malang, Rukmiani (42) warga Jawa Tengah dan Endang (55) warga asal Madura.

Penggerebekan ini sontak membuat warga sekitar mengerumuni rumah bercat kuning itu. Salah seorang warga, Aling (30) mengaku, kerap mendengar bahwa pembantu dirumah tersebut disiksa oleh sang majikan.

“Tiap hari istri pemilik rumah memukul dan menyiksa pembantunya itu. Kadang dipukul pakai kayu sapu, sendok masak dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Ia mengaku resah semenjak hadirnya pemilik rumah tersebut di lingkungan mereka. “Resah kami bang, apalagi dengan tingkah laku mereka,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, penggerebekan ini bermula dari adanya seorang pembantu yang kerap mendapatkan perlakuan kasar dari sang majikan. Mendapat informasi itu, polisi lalu melakukan penyidikan dan melakukan penggerebekan.

Salah seorang pembantu Endah mengaku, ia bersama rekannya kerap disiksa dan dianiaya oleh majikannya. Tak hanya itu, gaji mereka juga kerap tak dibayar oleh sang majikan.”Kerap disiksa kami bang jika sikit saja salah kerja. Gaji kami juga kerap tidak dibayar,” ungkapnya.

Baca Juga:  33 Tersangka Diamankan Selama Operasi Antik Toba di Sergai Bersama Sabu 46,82 Gram dan Ganja 2,6 Kg Lebih

Tak hanya mereka, rekannya bernama Cici juga meninggal dunia akibat disiksa sang majikan.”Kawan kami juga meninggal dibuat ibu itu. Korban disiksa dan wajahnya dimasukkan kedalam bak mandi. Lantaran tak bisa bernapas, kawan kami itu meninggal dunia,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pemeriksaan. “Masih kita periksa dulu, sabar ya,” ungkapnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.