Preman Bertato Halangi Jurnalis Liput Penggeledahan KPK di Kantor Dinas Bina Marga Sumut

MEDAN, KabarMedan.com | Kericuhan terjadi saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Bina Marga Sumut, Jalan Sakti Lubis, Kamis (13/8/2015). Pasalnya, sejumlah preman menghalangi para jurnalis untuk melakukan peliputan penggeledahan tersebut.

Awalnya, awak media mendapat informasi mengenai adanya penggeledahan di kantor yang dipimpin Effendi Pohan itu. Saat para jurnalis datang ke kantor itu, pintu gerbang ditutup dan sejumlah preman menghalangi awak media masuk, dengan alasan sedang ada rapat.

Baca Juga:  BPD Lubuk Dendang Laporkan Kades ke Polisi Diduga Tak Salurkan Tunjangan Selama 6 Bulan

Di antaranya terlihat pria dengan tangan penuh tato yang diduga sebagai preman dan suruhan pemborong proyek.

“Ini rumah kami. Kalian tidak berhak di sini,” teriak mereka dari dalam.

Adu mulut pun terjadi saat awak media meminta orang-orang yang berjaga di kantor itu menunjukkan aturan yang melarang jurnalis masuk ke kantor itu.

“Kenapa kalian takut jurnalis masuk, siapa yang kalian lindungi? Apa kalian juga korupsi?,” kata para awak media.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Sergai Ambil Alih Kasus Penipuan 5 Tahun Lalu

Selain sempat terlibat perdebatan keras, sempat terjadi pelemparan dari halaman kantor. Batu yang dilemparkan hanya mengenai sepeda motor salah seorang jurnalis.

Kericuhan reda setelah aparat Kepolisian yang tiba di lokasi berhasil menenangkan situasi. Para awak media akhirnya diperkenankan masuk meliput. Di kantor itu, sejumlah penyidik KPK terlihat melakukan penggeledahan. Aktivitas penggeledahan itu dikawal ketat petugas Kepolisian. [KM-03]