Pulau Berhala diproyeksikan Menjadi Center Point Ketahanan Nasional Wilayah Barat Indonesia

SERGAI,KabarMedan.com | Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman meninjau Dermaga Bagan Kuala terletak di desa perbatasan Sergai yaitu Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin terletak di wilayah berbatasan langsung dengan negara Malaysia dengan gugusan Pulau Berhala yang ada di Selat Malaka, Jumat (24/01/2019).

Dan berencana akan mengembangkan Pulau Berhala sebagai program Ketahanan Nasional dan Bela Negara melalui Eco Marine Tourism.

Bupati didampingi Ketua DPRD dr Rizki Ramadhan Hasibuan, Sekdakab H M Faisal Hasrimy, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD terkait, mengatakan, Kabupaten Sergai yang memiliki panjang garis pantai 60-70 km sangat perlu diwaspadai dari infiltrasi dari luar.

“Seperti kita tahu saat ini banyak masuknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang dan lainnya adalah berasal dari wilayah pesisir. Oleh sebab itu, ketahanan nasional kita harus ditingkatkan di wilayah pesisir dengan program-program yang tentunya inovatif”, kata Bupati

Melalui kerjasama dengan pihak terkait, lanjut Bupati, seperti TNI AL Yon Marharlan Belawan, Kodim 0204/DS, serta Poskamla yang ada disini untuk melakukan program yang secara rutin dilakukan di Pulau Berhala seperti program Bela Negara, Latihan Wawasan Kebangsaan dan lainnya dengan peserta berasal dari masyarakat dan pelajar serta mentor dari Departemen Pertahanan dan Keamanan sehingga konsep Hankamrata (Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta) dapat dibangun dari Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Baca Juga:  Melampaui Target, Pembangunan Sekolah Rakyat di Sergai Sudah Capai 53,71 Persen

Terkait rencana pengadaan Kapal Ferry jenis JS 1843 berkapasitas 70-80 penumpang sebagai sarana transportasi menuju Pulau Berhala dan sebaliknya, Bupati mengatakan bantuan tersebut sedang dibahas bersama beberapa Kementrian seperti Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementrian Pariwisata, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, dan Kementrian Pertahanan yang nantinya akan dikelola dalam bentuk konsorsium secara nasional.

“Poin pentingnya adalah bukan fokus kepada kapalnya, namun lebih kepada kesiapan sumberdaya manusia serta manajemennya yang jauh lebih penting. Hal ini agar jangan sampai nanti sebelum dapat kapal kita damai, namun setelah dapat bantuan kapal kita berselisih, terlebih dengan adanya pemasukan”, ujar Bupati

Ia mengungkapkan, perjuangan ini ibarat angkatan perang yang terdiri dari AD, AL, AU dan Kepolisian dengan berbagai kekuatan nasional yang telah dibangun sebenarnya, dan sudah menunggu untuk kesiapan dalam program Eco Marine Tourism yang sudah dicanangkan dan disepakati bersama.

Tujuan yang dilakukan dalam tinjauan kali ini kata Soekirman adalah, bentuk penjajakan guna menyahuti program nasional sejalan dengan Perda Kabupaten Serdang Bedagai Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Pulau Berhala Serdang Bedagai sebagai Kawasan Eco Marine Tourism (Wisata Bahari Berwawasan Lingkungan) agar mengembangkan program ketahanan nasional.

Baca Juga:  Forwakum Sergai-Tebingtinggi Apresiasi Satreskrim Ungkap Kasus Pembunuhan

” Motto yang kita terapkan adalah K3 (Kebijakan, Kelembagaan dan Kebersamaan) tentang konsep Eco Marine Tourism Pulau berhala ini sudah ada, tinggal kelembagaan yang belum ada serta kebersamaan yang harus kita mulai dan perkuat saat ini”, tukasnya.

Ketua DPRD Sergai, dr.M.Riski Ramadhan Hasibuan mengatakan, kunjungan ini guna melakukan diskusi singkat terkait pengembangan Pariwisata Pulau Berhala sebagai program pertahanan nasional dan pendidikan bela negara untuk memberikan wawasan kebangsaan agar terhindar dari hal-hal negatif dan membangun Dermaga untuk penyebrangan ke Pulau Berhala.

“Pemkab Sergai bersama DPRD, Dandim 0204/DS, TNI AL, beserta seluruh stakeholder untuk berkoordinasi dengan Bapak Prabowo Subianto ( Menhan RI), Bapak Edie Prabowo (Menteri KKP), BNPP, dan lintas kementerian untuk bisa diadakan nya Kapal Penyebrangan yang layak, dan pastinya menambah ekonomi rakyat apabila adanya destinasi wisata Pulau Berhala”, Pungkasnya.[KM-04]