MEDAN, KabarMedan.com | Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bekerjasama dengan Tobacco Control akan menyelenggarakan workshop karya jurnalistik bertema penerapan kawasan tanpa rokok di kota Medan, Sabtu (28/3/2015) di Hotel Putra Mulia, Medan.
Kegiatan ini sebagai rangkaian dari kegiatan fellowship karya jurnalistik, sebuah penghargaan yang diberikan kepada jurnalis yang konsen dalam memberitakan penerapan kawasan tanpa rokok di kota medan. Workshop ini bertujuan untuk lebih memfokuskan peliputan yang nantinya akan dilakukan oleh jurnalis yang sudah terpilih untuk mengikuti workshop tersebut.
OK Syahputra Harianda, selaku Koordinator Pengendalian Tembakau YPI sekaligus panitia acara mengatakan bahwa workshop ini dilakukan selama satu hari dan akan dipandu langsung oleh jurnalis senior di kota Medan, Maskur Abdullah, yang sudah berpengalaman sebagai trainer untuk jurnalis dan telah memiliki sertifikasi sebagai penguji jurnalis.
“Ada dua puluh orang jurnalis yang sudah terseleksi mengajukan rencana peliputan, selanjutnya akan mendapat pembekalan tentang teknik-teknik peliputan karya jurnalis indepth news. Workshop ini dilakukan untuk lebih memfokuskan rencana peliputan yang telah dibuat oleh jurnalis ini, sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Sebab, karya teman-teman ini selain diperlombakan juga akan menjadi bagian dari kumpulan tulisan yang dibukukan,” jelas OK Syahputra Harianda.
Sementara itu, Direktur Yayasan Pusaka Indonesia, Fatwa Fadillah, menambahkan fellowship karya jurnalistik yang diselenggarakan Yayasan Pusaka Indonesia ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada peran jurnalis dalam menjalankan fungsinya sebagai social control dalam penerapan Perda Kota Medan No 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok,
“Kami Yayasan Pusaka Indonesia akan menyelengarakan sebuah fellowship atau penghargaan kepada karya jurnalistik kategori indepth news, yaitu sebuah karya jurnalistik yang membuat penelusuran berita secara mendalam terkait dengan Penerapan Kawasan Tapa Rokok atau KTR di Kota Medan,” kata Fatwa.
Menurut Fatwa, penghargaan kepada jurnalis ini penting dilakukan agar insan media berkompetisi dalam melakukan kampanye kegiatan sosial khususnya terhadap pengendalian rokok ini, mengingat persoalan rokok sangat berbahaya bagi kehidupan khususnya anak dan remaja.
“Anak dan remaja adalah usia produktif yang harus kita jaga keberlangsungannya, karena mereka adalah asset negeri untuk kemakmuran masa yang akan datang. Sangat berbahaya bila generasi kita sudah tergerus dengan rokok yang jelas-jelas berbahaya bagi dirinya dan orang lain,” ujar Fatwa.
Fellowship ini diselenggarakan sejak tanggal 16 Februari 2015, dimulai dari pengajuan usulan rencana peliputan, kemudian workshop jurnalistik, dan penerbitan hasil karya. Sedangkan pengumuman pemenang lomba akan dilakukan bertepatan pada tanggal 31 Mei 2015, saat peringatan hari anti tembakau sedunia. [KM-01]















