BEKASI, KabarMedan.com | Dalam sehari komplotan begal asal Lampung pimpinan Agus bisa menggasak enam sampai tujuh sepeda motor. Mereka kerap melakukan beraksi mengincar sepeda motor milik warga di kawasan Pondok Gede, Bekasi.
“Setelah kita intetogasi ternyata dalam sehari dapat 7 sampai 6 kendaraan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).
Pelaku mengaku, dalam setahun telah menggasak ratusan unit sepeda motor. Sasarannya adalah sepeda motor yang di parkir di ruko dan perkantoran. “Kurang lebih setahun ada ratusan lebih motor,” ujarnya seperti diberitakan suara.com.
Bermodal senjata api rakitan dan senjata tajam, mereka tak segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan. “Agus setiap kegiatan bawa senjata api rakitan dimasukan dalam tas. Ada golok dan senjata tajam lainnya juga dikelompok mereka,” imbunya.
Polisi telah menangkap Agus dan dua anak buahnya, yakni Junaidi (30), Hengky (38). Namun, polisi terpaksa menembak mati sang kapten karena berusaha melawan saat ditangkap di acara pernikahan saudaranya di Lampung Timur.
Argo menambahkan, pihaknya masih memburu dua orang lainnya yang hingga kekinian masih buron. Mereka adalah John dan Ujang.”Ada 2 lagi DPO yaitu John dan Ujang sekarang lagi pengejaran penyidik,” jelasnya.
Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP Juncto Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun kurungan. [KM-03]














