Rektorat Sesalkan Penganiayaan Mahasiswa FIB USU

MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Rektor V Universitas Sumatera Utara (USU), Luhut Sihombing, menyayangkan penganiayaan yang diduga dilakukan sekelompok orang diduga satpam kampusnya terhadap Mahasiswa FIB, Immanuel Silaban.

“Sangat kita sayangkan itu bisa terjadi. Itu ulah Oknum. Kita sesalkan itu,” katanya, Senin (23.10/2017).

Pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait peristiwa itu. Dirinya juga berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Internal kita akan menginvestigasi kejadian itu. Belum tau seperti apa kejadiannya. Kita serahkan ke pihak berwajib. Jika terbukti tentu ada tindakan sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Diketahui, Immanuel Silaban terlibat perkelahian dengan satpam bernama Slamet di dalam Kampus FIB pada Rabu 18 Oktoer 2017.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Sempat cek- cok dengan Satpam dan terjadi perkelahian,” kata Gubernur FIB USU Yosua Yordan Manalu.

Pada Kamis 19 Oktober 2017 sekitar pukul 22.00 WIB, korban Immanuel keluar dari kampus dengan mengendarai sepeda motor bersama Frima.

Sesaat kemudian, Immanuel kembali masuk ke Kampus FIB karena dikejar sekumpulan satpam. Immanuel terjatuh di pintu masuk FIB. Satpam menemukan Immanuel dan langsung menghajarnya.

“Korban dianiaya menggunakan balok yang tertancap paku, linggis, rantai, dan pentungan. Aksi penganiayaan dilakukan puluhan satpam secara membabi buta. Immanuel kemudian diseret masuk ke dalam mobil patroli,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Para mahasiswa kemudian mencari keberadaan Immanuel. Mereka mendatangi markas Satpam dan meminta pertanggung jawaban.

Budi Agustono yang hadir melakukan dialog dengan pihak satpam bersama kepolisian, namun menemukan jalan buntu. Mereka belum mengetahui dimana keberadaan Immanuel.

Saat ditelusuri ternyata Immanuel dirawat di Rumah Bhayangkara dan dirujuk ke Rumah Sakit Columbia untuk mendapat perawatan.

Pihak keluarga juga sudah melaporkan kasus kekerasan itu ke Polrestabes Medan. Sampai sekarang kondisi Immanuel masih sekarat dan dirawat di Rumah Sakait Columbia Medan. [KM-03]