
MEDAN, KabarMedan.com | Ribuan masyarakat berkumpul di gedung pasca sarjana UMSU, di Jalan Denai, Rabu (9/3/2016). Mereka menjadi saksi sejarah dalam fenomena alam Gerhana Matahari Total. Sebagian diantaranya ikut melaksanakan sholat gerhana yang digelar disana.
“Meski berada di luar daerah yang di lintasi totalitas gerhana matahari total. Warga tetap semangat mengantri menggunakan teropong bintang dan teleskop,” kata Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF-UMSU), Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar, Rabu (9/3/2016).
Gerhana matahari total sebagian terlihat dari Kota Medan mulai sekitar pukul 07.27 hingga 8.27 WIB. Gerhana hanya terlihat sekitar 70-80 persen.
Rektor UMSU Dr Agussani juga ikut melihat dengan teleskop fenomena alam yang indah ini. Bukan hanya warga sekitar, warga negara Korea Selatan, Teresa Kim, juga ingin menyaksikan peristiwa ini. Dia datang ke lokasi ingin mengetahui ada pemantauan gerhana matahari di sana.
“Saya ke Medan bukan khusus untuk melihat gerhana matahari. Namun, karena kami kebetulan ditugaskan organisasi perdamaian, maka kami ingin mendapatkan pengalaman menyaksikan peristiwa langka ini,” tukasnya.
Gerhana matahari yang terlihat dari Kota Medan hanya sekitar 77 persen. Meski demikian, antusias masyarakat untuk menyaksikan fenomena alam tersebut sangat tinggi. Gerhana Matahari Total diperkirakan akan kembali terjadi di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053 mendatang. [KM-03]













