RQV Indonesia Peringati Maulid Nabi di Toba Samosir

TOBASA, KabarMedan.com | RQV Indonesia menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad 1440 H ditepian Danau Toba, Sumatera Utara, Minggu (18/11/2018).

Bersama Prof.Dr.KH Didin Hafidhuddin, Penasehat RQV Indonesia dengan tema “Mencintai Rasullullah SAW dan Mengamalkan Al Qur’an Yang Mulia”, acara ini berlangsung di RQV-411 Masjid Fii Sabilillah, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara,

Masjid Fii Sabilillah dipilih sebagai tempat acara ini karena masjid ini menyimpan sejarah awal mula berdirinya RQV Indonesia di Tobasa. Salah satu alasan didirikannya RQV Indonesia di Tobasa dikarenakan Tobasa merupakan suatu daerah yang dikenal dengan tingkat toleransi keagamaan yang tinggi.

Saat ini RQV Indonesia sudah memiliki 8 (delapan) cabang di Toba Samosir yang tersebar di beberapa daerah, diantaranya RQV 411 Desa Lumban Lobu, RQV 412 Pasar Porsea, RQV 413 Lumban Gurning, RQV 415 Sosor Ladang Pangombusan, RQV 416 Silamosik, RQV 417 Simpang Sigura-Gura, RQV 418 Sionggang Tengah dan RQV 419 Balige dengan total 205 santri penghafal Qur’an.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

Secara keseluruhan RQV Indonesia memiliki total 2.333 penerima manfaat dengan jangkauan 10 provinsi di Indonesia yakni ,Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Bangka Belitung , Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Barat . Terdiri dari 28 Desa, 21 Kecamatan, 13 Kabupaten/Kota dengan jumlah penerima manfaat 97 kepala keluarga , 89 relawan dan 39 rumah belajar Alquran yang tersebar dipenjuru Indonesia.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Siap Jembatani Aspirasi Ojol ke DPR RI Asal Sumut

Acara maulid Yang diselenggarakan ditepian Danau Toba ini mengundang tokoh ulama Nasional Prof. Dr .K.H. Didin Hafidhuddin,M.Sc. dan dr. Muhammad Yamin,Sp.JP(K),FACC,FSCAI. Serta Presiden RQV Indonesia Sultan Muda Azmi Fajri Usman beserta jajaran RQV Indonesia pusat.

Prof .Dr. K.H. Didin Hafidhuddin dalam tausyiyahnya mengatakan, sebagai umat Islam kita harus sadar bagaimana perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Al Qur’an tidaklah mudah. Untuk itu, sudah sepantasnya kita mencintai Al Qur’an dengan mengamalkan serta turut meneruskan perjuangan Rasulullah SAW dalam menebarkan nilai Alquran.

Acara di akhiri dengan pemberian apresiasi kepada para guru atas kinerja dan dedikasinya. Para santri juga mendapat kan hadiah atas prestasinya dalam menghafal Alquran. [KM-03]