MEDAN, KabarMedan.com | Beberapa hari yang lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 dengan turunan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019. Dua kebijakan tersebut pemerintah menaikkan tarif batas bawah yang sebelumnya 30% dari batas atas menjadi 35%.
Meski demikian, Willy TM Sihombing, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumatera Utara (Sumut) mengatakan, sampai saat ini harga tiket pesawat masih tetap tinggi. Pihaknya sudah langsung mengecek ke sistem dan harga tiket masih belum ada perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya.
Tingginya harga tiket pesawat ini sudah terasa sejak tahun lalu. Momen perayaan Natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 2019, penjualan tiket wisata dan perjalanan justru masih datar dan tidak ada peningkatan. Saat itu harga tiket Medan – Jakarta di atas 1 juta rupiah. Berbeda dengan 2017 yang masih di kisaran Rp 500 ribuan.
Dengan tingginya harga tiket, banyak calon penumpang yang terkejut dan membatalkannya ketika hendak membeli di travel agent. Dengan demikian masyarakat lebih memilih bepergian ke luar negeri daripada ke Jakarta atau daerah lain di Indonesia.
Dia sendiri, terbang menuju Jakarta memilih mengambil rute Medan – Kuala Lumpur – Jakarta daripada one way Medan – Jakarta. Alasannya, selisih harga. Harga tiket Medan – Jakarta saat ini masih di kisaran Rp 1,9 juta. Sedangkan rute Medan – Kuala Lumpur – Jakarta, dia cukup mengeluarkan Rp 1,2 juta.
Dia juga kerap menyarankan kepada calon penumpang dengan budget terbatas dan memiliki pasport untuk mengambil rute luar negeri. “Saya tak tahu kenapa bisa begitu. Ini bisa menjadi solusi terakhir. Dari Kuala LUmpur kan kadang ada penerbangan langsung ke Jakarta, Surabaya, Bali dan Lombok, sehingga biaya penerbangannya lebih murah,” katanya, Senin (1/4/2019).
Ditemui di sebuah tempat penjualan tiket pesawat di Jalan Iskandar Muda, Medan, Wisnu Nababan mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat. Padahal, pesawat merupakan alat transportasi yang semakin banyaki diminati oleh masyarakat. Dia berharap ada pengaturan yang tegas dalam penetapan tarif.
“Kalau harga tiket tinggi, tentunya biaya yang dikeluarkan harus lebih tinggi lagi. Kita berharap ke depan bisa lebih murah,” katanya. [KM-05]














