Security PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Curi Kabel Dikantornya

KABAR MEDAN | Abdullah Dermawan (27), warga jalan Teratai Raya, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia tewas tersengat listrik, Jumat (5/12/2014).

Security yang bekerja di Kantor PLN ini tewas saat hendak mencuri kabel listrik tower bertegangan tinggi di kantor PLN Sumut, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat tempatnya bekerja. Akibatnya, korban pun terjatuh dengan posisi telentang dan tangan kanan serta kepala hangus terbakar.

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat mengeluh jika dirinya sedang membutuhkan uang. Disitu, ia sempat membicarakan kepada keluarganya untuk mencuri kabel ditempatnya bekerja, namun keluarganya melarang.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

“Dari keterangan tiga saksi yang kita periksa, korban sempat mengaku membutuhkan uang dan berniat melakukan pencurian. Keluarganya sempat melarang kenapa mau mencuri ditempat kerjaannya, namun korban tidak mendengarnya,” ujar Kapolsek Medan Barat, Kompol Siswandi.

Dikatakannya, pihak keluarga telah membawa pulang jenazah korban dari rumah sakit Pirngadi Medan untuk segera disemayamkan. “Setelah dibawa kerumah sakit Pirngadi Medan, korban lalu dibawa pulang untuk disemayamkan. Pihak keluarga dan PT PLN juga telah membuat surat untuk tidak memperpanjang kasus ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

Koordinator Seecurity Delta bernama Iqbal mengaku jika korban telah bekerja selama 4 tahun sebagai Security kantor PLN tersebut. “Saat kejadian, korban kebagian ship malam dan memang menjaga dibagian towr pembangkit PLN itu,”ujarnya.

Diakuinya, selama bekerja korban yang merupakan hafiz Al-quran ini terkenal baik.”Jika sedang kerja korban sering kami dengar melantunkan ayat-ayat Al-quran dengan suaranya yang merdu. Sampai merinding bulu kuduk mendengar suaranya,”katanya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.