Seorang Abang Becak Gagalkan Aksi Perampokan Terhadap Sepasang Kekasih

KABAR MEDAN | Sepasang kekasih M Firdaus Pratama (22), dan Afni (22), warga Percut Sei Tuan nyaris saja tidak tamat kuliah saat tasnya dirampok oleh dua pelaku di Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia.

Beruntung, tas yang berisikan uang Rp 1 Juta, skripsi, dan surat berharga milik mahasiswa dan mahasiswi UISU ini berhasil diselamatkan setelah seorang penarik becak motor menggagalkan aksi perampokan itu.

Akibatnya, kedua pelaku Yopi Kontaro (42) warga Jalan Medan Area Selatan, Gang Rezeki, Kecamatan Medan Area dan rekannya Saifullah Akbar (43), warga Jalan Utama, Kecamatan Medan Area babak belur dihajar massa. Tak hanya itu, kedua pelaku pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, guna mendapatkan pertolongan akibat dihajar massa.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

Informasi yang dihimpun, Sabtu (13/12/2014) menyebutkan, kejadian ini bermula saat sepasang kekasih tersebut hendak pulang ke rumah usai fitness. Saat di Jalan Mongonsidi, tiba-tiba ban mobil Toyota Avanza BK 1725 OW yang dikendarai korban kempes.

Saat bersamaan, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio menghampiri korban dengan modus hendak menolong. “Pas ban saya kempes datang kedua pelaku menawarkan diri untuk mengganti ban mobbil saya,” ujar korban.

Tak lama mengobrol, kedua pelaku lalu melancarkan aksinya dengan mengambil tas korban. Tak ingin kehilangan harta bendanya, korban lalu berteriak dan mengundang perhatian warga.

Baca Juga:  Dua Pencuri Motor di Sergai Ditangkap, Polisi Buru Pelaku Ketiga

Saat itu,  seorang penarik betor melintas dan langsung menabrakkan becak motornya ke sepeda motor pelaku yang hendak melarikan diri. “Saat mau kabur, abang tukang betor itu lewat dan dihantamkannya becaknya. Untung saja bang tak jadi mereka bawa kabur tas itu. Kalau tidak, bisa tak tamat kuliah kami bang,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar S Setjo, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Benar dan korban sudah buat laporan. Sementara, kedua pelaku terpaksa dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan karena mengalami luka serius akibat dihajar massa,” ungkapnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.