Sergai Andalkan “PATAYA” di General Assembly TPO 2021

SERGAI,KabarMedan.com | Menyongsong General Assembly TPO 2021 yang direncanakan digelar di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Sergai akan mengandalkan Wisata Desa dengan menitik beratkan pada Wisata Pangan atau Wisata Tani, dan Wisata Budaya. Jargon Pangan, PariwisaTA, dan BudaYA (PATAYA) semua akan jadi modal Sergai menggaet wisata domestik dan bangsa serumpun Malaysia.

Demikian diungkapkan Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman kepada Kadis Kominfo,Drs Akmal melalui pesan Whatsaap langsung dari Busan usai penutupan General Assembly Tourism Promotion Organization Asia Pasific (TPO-AP) di Paradise Hotel Kota Busan Korea Selatan, Jumat (27/9/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Soekirman, terdapat 3 negara bagian yang sepakat untuk pertukaran pelancong yakni Kotabahru Kelantan, Taiping dan Kuala Kangsar Perak. Dalam waktu dekat akan dijajaki agar kedua bangsa serumpun saling jual beli paket wisata yang tersedia.

Baca Juga:  Ranperda Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Resmi Masuk Prolegda Bersama 13 Rancangan Perda Sergai Lainnya

Bupati mengaku tidak mudah menjadikan suatu desa sebagai obyek wisata. Plenary Session Sergai mengemukakan kekhawatiran atas generasi milenium yang ternyata paling tinggi jumlahnya disektor pariwisata hingga 70 persen. Sayang dengan teknologi informasi (IT) mereka umumnya less of social touch, kurang sentuhan sosial dan budaya masyarakat.

” Mereka asyik dengan gadget hingga melupakan social behaviour dan interaksi. Jangankan bangun asimilasi atau akulturasi budaya, bangun inter relasi pun hanya pada teman dalam grup virtual saja,” katanya.

Baca Juga:  Tinjau Rehabilitas Jalan di Perbaungan, Adlin Tambunan: Infrastruktur yang Baik Beri Kemudahan Warga Beraktivitas

Oleh karenanya, hal inilah yang hendak dimanfaatkan dengan menjual paket wisata Desa, agar generasi milenium sambil melancong melihat realitas sosial, down to the earth.

 Hal senada juga diamini oleh praktisi wisata Nepal yang terkenal dengan Ekowisata dan budaya. Mereka menyatakan taraf hubungan generasi milenial dengan gadget telah mengancam pelestarian adat dan budaya. Dengan demikian apa yang dipaparkan Sergai merupakan upaya restorasi budaya masyarakat melalui pengembangan wisata desa.

” Mudah-mudahan apa yang dihasilkan plenary session dan paralel session dalam TPO Asia Pasific akan mendorong desainer di Sergai lebih bersemangat dalam mengembangkan industri jasa tersebut,” ucapnya penuh harap.[KM-04]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here