Tahanan Polresta Medan Mencoba Kabur Saat Dipindah ke Rutan Tanjung Gusta

Ilustrasi

KABAR MEDAN | Indra Prabudi, seorang tahanan Polresta Medan mencoba melarikan diri saat hendak menaiki mobil tahanan untuk dipindahkan ke Rutan Tanjung Gusta Medan, Rabu (17/12/2014) sore. Namun, pihak polisi mampu menggagalkan aksi tersangka tersebut.

Informasi yang  dihimpun, kejadian ini bermula saat tersangka dinaikkan ke mobil tahanan bersama 15 tahanan lainnya untuk dipindahkan ke Rutan Tanjung Gusta.

Namun, saat turun dari mobil tahanan, tersangka bukannya berjalan lurus, melainkan lari. “Saat turun dari mobil tahanan tersangka melarikan diri tanpa menganakan baju tahanan,” kata Kasat Tahti Polresta Medan, AKP S Nainggolan.

Simanungkalit, seorang tukang becak yang menyaksikan kejadian itu mengaku, tersangka awalnya diborgol bersama seorang tahanan lainnya. Tiba-tiba borgolnya bisa dilepas  dan melarikan diri. “Dia langsung lompat pagar dan masuk ke kawasan rumah kosong,” jelasnya.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

Ia dan warga yang melihat langsung  melakukan pencarian dan menangkapnya saat keluar dari rumah kosong sambil memegang sebatang kayu.

“Saat keluar tersangka sudah tidak memakai baju tahanan dan memegang kayu. Awalnya dia membantah dan mengaku ikut mencari tahanan kabur. Tapi setelah petugas datang, baru dia tidak bisa mengelak. Dia pun mengaku mendapatkan baju dan selop dari dalam rumah kosong itu,” jelasnya.

Kepala Rutan Tanjung Gusta, Tony Nainggolan, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk memproses aksi percobaan melarikan dirinya itu. “Sudah aman kok. Masih kita lakukan pendataan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Sebelumnya aksi percobaan melarikan diri juga dilakukan 4 tahanan Rutan Tanjung Gusta, Minggu (14/12/2014). Namun, aksi mereka sudah terlebih dahulu diketahui petugas keamanan Rutan sehingga dengan mudah ditangkap kembali. “Bukan melarikan diri, tapi mencoba melarikan diri. Keempatnya sudah diamankan. Ke depan kita akan lebih memperketat penjagaan,” sebutnya.

Rutan Tanjung Gusta sejak lama sudah kelebihan penghuni. Dari kapasitas 850 orang, warga binaan di sana kini berjumlah 3.202 orang atau overload sekitar 300%. Sementara petugas yang menjaga rutan itu hanya 18 personel. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.