Telkomsel Tantang Generasi Muda Lahirkan Solusi Smart City dan Perdesaan

Menkominfo RI - Rudiantara (kedua kanan), Direktur Utama Telkomsel - Ririek Adriansyah (tengah), Founder & CEO MarkPlus Inc - Hermawan Kertajaya, CEO Net TV - Wishnutama, dan Direktur Metra Digital Investama - Nicko Widjaja, saat peluncuran The NextDev 2016 di Jakarta, Senin (9/5/2016).

JAKARTA, KabarMedan.com | Setelah sukses pada penyelenggaraan pertama tahun 2015, Telkomsel kembali menggelar ‘Digital Creative Indonesia Competition (DCIC)’ melalui kompetisi bagi para pengembang aplikasi seluler muda bernama ‘The NextDev’. Mengusung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, The NextDev 2016 menantang kawula muda untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah Perdesaan.

The NextDev 2015 dipandang sukses dalam penyelenggaraan dan memperoleh apresiasi terutama dari para kepala pemerintahan daerah di Indonesia dalam hal kontribusi Telkomsel untuk mempercepat terwujudnya Smart City. Bahkan The NextDev meraih penghargaan sebagai ‘Best of The Best Corporate PR 2015’ pada perhelatan Indonesia PR Program of The Year 2015.

Baca Juga:  ARTKARO 2025: Dari Kegelisahan Lokal Menuju Ekosistem Seni Rupa Nasional

“Sebagai operator seluler terdepan di Tanah Air, kami memiliki tanggungjawab untuk memajukan Indonesia melalui teknologi informasi dan komunikasi. Salah satunya dengan mewadahi potensi generasi muda yang memanfaatkan teknologi secara tepat guna untuk berkreasi menghasilkan aplikasi seluler yang mampu mengatasi masalah di masyarakat. The NextDev hadir untuk mendorong kontribusi positif generasi muda, di mana aplikasi seluler yang dihasilkan akan mempermudah aktivitas seluruh elemen masyarakat,” kata Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, Senin (9/5/2016).

Baca Juga:  Dewan Pers Gelar Pelatihan Produksi dan Strategi Konten Kreatif pada Platform YouTube

Tahun ini The NextDev kembali hadir dengan konsep yang lebih menantang. The NextDev 2016 tetap berfokus pada pengembangan Smart City, tetapi dengan ruang lingkup yang lebih luas, yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural atau pedesaan.

Baca Halaman Selanjutnya

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.