Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Berubah Dalam 6 Bulan

Identitas terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu pagi (13/11).

MEDAN, KabarMedan.com | Polisi telah mendatangi lima rumah mulai dari Jalan Jangka, Marelan dan Belawan. Polisi mendapatkan keterangan penting dari pemeriksaan yang dilakukan terkait aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11).

Wakapolda Sumut, Brigjend Pol. Mardiaz Kusin mengatakan, istri dari Rabbial menyampaikan adanya kelompok-kelompok pengajian. Namun, kata Mardiaz, pihaknya belum bisa langsung menduganya sebagai pelaku karena masih melakukan pendalaman.

“Saat ini kita masih dalam pengembangan. Kami mohon wartawan sabar menunggu. Kita fiks kan dulu semuanya. Saat ini Inafis dan Labfor masih bekerja,” katanya di sela-sela HUT Korps Brimob ke-74, di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Kamis (14/11/2019).

Ia berharap, masyarakat tidak perlu takut dan bahu membahu memerangi paham radikal. Selain itu, kepada orangtua agar waspada agar anaknya tidak salah masuk ke kelompok yang berdalihkan agama.

“Kita berharap sensisitiftas warga. Saat ada masyarakat luar yang masuk atau keluar masuk tolong sampaikan pihak yang berwajib, dalam hal ini bisa pihak Polri atau TNI, Koramil, Kelurahan dan Polsek terdekat,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan mertua Rabbial, ia (Rabbial-red) sebelumnya tidak terlihat menganut paham radikal. “Hanya dalam waktu 6 bulan sudah berubah,” jelasnya.

Mengenai penggeledahan di beberapa rumah pada Rabu (13/11/2019) kemarin, kata Mardiaz, penggeledahan itu dilakukan karena diduga sebagai rumah terduga pelaku atau yang dianggap selama ini menjadi tempat pengajian.

“Di situ (di Gang Melati, Pasar 1 rel) ditemukan busur panah dari besi, pipa, kemudian ada foto kopi di situ ada adalah seruan-seruan khilafah,” tambahnya.

Terhadap sepeda motor pelaku yang tertinggal di depan Mapolrestabes Medan, ditemukan beberapa barang, di antaranya 2 butir peluru kaliber 22.

“Setelah olah TKP, kita sisir alamat yang diduga rumah pelaku tenyata tidak ada di rumah. Ketika malam penyisiran ketemu di pinggir jalan,” pungkasnya. [KM-05]