GUNUNG TUA, KabarMedan.com | Wakil Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, optimis tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Padang Lawas Utara (Paluta) akan membaik dengan tersedianya sarana jalan raya yang memadai.
Hal itu disampaikan Tengku Erry Nuradi dalam acara berbuka puasa tim Safari Ramadhan 1436 Hijriyah tahun 2015 Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sumut bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paluta di Aula Mesjid Raya Gunung Tua, Kamis (25/6/2015) malam.
Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, sarana jalan raya merupakan salah satu pemicu yang dapat mendorong perkembangan suatu daerah, terutama daerah yang baru dimekarkan seperti Paluta. Akses jalan raya yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain mutlak diperlukan sebagai sarana membawa hasil pertanian.
“Jika jalan raya tersedia dengan baik, tentu akses akan mudah. Perekonomian akan tumbuh. Roda pembangunan juga akan berjalan dengan lancar. Tingkat perekonomian masyarakat juga pasti membaik,” sebut Erry.
Untuk itu, Pemprop Sumut memberikan perhatian dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Paluta dengan mengalokasikan dana APBD 2015 untuk pembangunan Jl Aek Godang menuju Gunung Tua sepanjang 2 KM, pembangunan Jalan Gunung Tua menuju KM 13 Binanga mencapai 2 KM, pembangunan Jalan Hutaimbaru menuju Sipiongot sejauh 2 KM, dan pembangunan Jalan Hutaimbaru menuju batas Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) sepanjang 2 KM.
Selain itu, APBD Pemprop Sumut tahun 2015 juga mengalokasikan dana untuk pembangunan jembatan Aek Ombik, jembatan Aek Simargampual dan pembangunan jembatan Aek Ambasang.
“Pembangunan sejumlah infrastruktur ini diharapkan mendorong tingkat perekonomian masyarakat Paluta, dengan tersedianya akses jalan dan jembatan yang memadai,” ujar Erry.
Erry juga mengatakan, Pemprop Sumut juga telah mengusulkan kepada pemerintah pusat pelepasan 1,2 juta hektar hutan negara untuk masyarakat. Dari usulan, 700 ribu hektar diantaranya telah disetujui. Sisanya 500 ribu hektar tidak disetujui.
“Khusus untuk Kabupaten Paluta, ada 165 ribu hektar di kawasan hutan Register 40 yang harus dilestarikan. Kini kawasan itu telah dikelola oleh 30 perusahaan perkebunan kepala sawit,” sebut Erry.
Pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan perkebunan dan masyarakat untuk mengelola lahan Register 40 dalam satu musim tanam atau sekitar 30 tahun. Setelah berakhir sekali musim produksi, lahan akan kembali sesuai fungsinya.
“Untuk itu, kita mengimbau Pemkab Paluta dan seluruh elemen, termasuk kaum ulama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya hutan bagi ekosistem dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup. Tiap propinsi wajib memiliki sedikitnya 30 persen kawasan hijau yang berfungsi sebagai paru-paru dunia,” harap Erry.
Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan, roadshow tim Safari Ramadhan Pemprop Sumut ke Paluta tidak sekadar mengeratkan tali silaturahmi dengan jajaran Pemkab Paluta di bulan penuh berkah, namun sekaligus menggali berbagai informasi terkait kendala yang dihadapi Pemkab Paluta dalam menggenjot laju pembangunan.
“Ramadhan tahun ini, tim Safari Ramadhan Pemrintah Propinsi menjadwalkan roadshow ke 15 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Alhamdulillah, saya beruntung bias mengunjungi Paluta dan bertemu dengan masyarakat dan para kaum ulama. Umaroh dan ulama harus bersilaturahmi. Dengan begitu, harmonisasi antara pemerintah dengan kaum ulama terjalin dengan erat. Bulan Ramadhan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk saling kunjungi,” sebut Erry.
Usai berbuka puasa dengan jajaran Pemkab Paluta, tim Safari Ramadhan Pemprop Sumut kemudian sholat tarawih bersama di Mesjid Raya Gunungtua.
Sebelum meninggalkan lokasi acara, Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi secara simbolik menyerahkan bantuan kepada perwakilan 100 anak yatim masing-masing Rp 300 ribu dan 100 kaum ulama masing-masing Rp 400 ribu serta bantuan untuk Mesjid Al-Hilal Pasar Gunungtua sebesar Rp 15 juta. [KM-01]














