MEDAN, KabarMedan.com | Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara melalui 4 (empat) pintu masuk pada bulan Februari 2019 mencapai 23.342 kunjungan mengalami peningkatan 33,61 persen dibanding yang datang pada bulan Januari 2019 mencapai 17.470 kunjungan. Wisatawan mancanegara dari Malaysia masih merupakan pengunjung terbanyak di Sumatera Utara.
Data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) menyebutkan empat pintu masih tersebut yakni Pelabuhan Laut Belawan 52,63 persen, Bandara Silangit 48,89 persen, Bandara Internasional Kualanamu 33,99 persen dan Pelabuhan Laut Tanjung Balai- Asahan turun sebesar 88,20 persen.
Dijelaskannya, periode Februari 2019, jumlah wisman yang berkunjung di Sumatera Utara mengalami peningkatan 30,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018, yaitu dari 17.926 kunjungan tahun 2018 meningkat menjadi 23.342 kunjungan tahun 2019. Wisman dari Malaysia merupakan pengunjung yang terbanyak dengan 10.950 kunjungan atau 46,91 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumatera Utara.
Setelah Malaysia, wisman yang datang ke Sumut yakni Singapura, Tiongkok, Taiwan, Jerman, India, Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Belanda. wisman dari sepuluh negara tersebut adalah 64,19 persen dari total kedatangan wisman di Sumut. “Bulan Februari 2019, wisman dari Malaysia merupakan pengunjung yang terbanyak dengan 10.950 kunjungan atau 46,91 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumatera Utara,” tertulis di data BPS Sumut, Selasa (2/4/2019).
Seorang pemandu wisata di sebuah agen perjalanan dan wisata di Jalan Iskandar Muda, Medan, Jonathan Silalahi mengatakan, wisman asal Malaysia memiliki minat pada wisata sejarah dan kuliner. Berbeda dengan wisman asal Amerika atau Eropa yang memilih petualangan atau alam bebas seperti ke Bukit Lawang atau Tangkahan.
“Kami di sini ada beberapa orang pemandu. Kalau saya kebetulan lebih sering membawa wisatawan dari Amerika dan Eropa, jadi lebih banyak ke dua tempat itu,” katanya.
Direktur Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT), Arie Praseyto mengatakan, sejak dulu Malaysia memang paling banyak mengunjungi Sumatera Utara. Hal ini tidak terlepas dari gencarnya promosi dari Kementrian Pariwisata RI di berbagai tempat. Selain itu, jarak antara Malaysia – Sumatera Utara yang dekat juga sangat mendukung minat wisman asal Malaysia berkunjung ke Sumut.
Dia juga menyoroti tentang wisman dari Taiwan. Saat ini sudah ada penerbangan dari Hongkong dengan isian atau okupansi yang cukup baik. Untuk memancing kunjungan wisata, pihaknya terus mempromosikan pariwisata di Danau Toba. Dalam minggu ini, lanjutnya, pihaknnya akan meluncurkan amenitas baru bernama The Caldera Nomadic Escape Lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir pada Kamis (4/4/2019).
“Kita bikin satu kawasan 1,5 hektare yang akan dilaunching Menteri Pariwisata, hari Kamis nanti. Ini konsepnya glamping atau glamorous camping. Sasaran atau targetnya milenial travelers,” katanya. [KM-05]















