2 Siswi Sekolah Dasar di Serdang Bedagai Tewas Tenggelam di Waduk Milik Perkebunan

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Dua siswi Sekolah Dasar berinisial D br P (12) dan E Br Manullang (11) tewas tenggelam di waduk perkebunan kelapa sawit milik PT. Karya Havea Indonesia, Sabtu (5/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Kapolsek Dolok Masihul AKP J. Panjaitan, sebelumnya kedua korban bermain-main di sekitar kolam atau waduk di afdeling kebun sawit milik PT. Karya Havea Indonesia di Desa Havea, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Lalu kedua bocah masuk ke dalam kolam untuk mandi, namun karena tidak bisa berenang keduanya pun tenggelam di waduk tersebut.

“Keduanya masuk ke kolam untuk mandi-mandi, tapi karena tidak bisa berenang akhirnya tenggelam,” kata AKP J. Panjaitan, Sabtu petang.

AKP J. Panjaitan melanjutkan, korban diketahui tenggelam oleh salah seorang temannya bernama Moses Purba yang ikut bermain di sekitar kolam saat itu.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Melihat temannya tak muncul saat masuk ke kolam, yang bersangkutan lalu mencari pertolongan serta memberitahukan kepada ayah korban Rajali Purba yang tak jauh dari lokasi.

Setelah mengetahui anaknya dan temannya tenggelam di kolam, Rajali langsung meminta pertolongan kepada warga dan bersama-sama melakukan pencarian terhadap kedua korban yang tenggelam.

“Warga melakukan pencarian dengan alat seadanya sekira pukul 11.30 WIB, warga menemukan korban E br M, lalu sekira pukul 12.30 WIB, warga berhasil menemukan korban D br P namun keduanya sudah meninggal dengan kondisi tubuh yang sudah membiru,” kata Kapolsek.

Korban E br M, sebut Kapolsek, sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya sudah tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

Sedangkan korban jenazah D br P langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Dusun IV, Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul untuk disemayamkan.

Untuk kasus ini sendiri, Kapolsek menjelaskan sudah ditangani pihaknya, yang kemudian melakukan penulusuran di lokasi waduk dan menemukan kedalaman waduk sekitar 5 meter yang merupakan tempat pengisapan air untuk kebutuhan pabrik kelapa sawit PT. Karya Havea Indonesia, dan sudah memasang plang pemberitahuan larangan masuk ke lokasi.

“Untuk kasus ini sudah kita tangani dan pihak keluarga juga telah membuat pernyataan bahwa korban meninggal karena murni kecelakaan dan bukan sebab yang lain,” tandas Kapolsek. [KM-04]