21 Nakes di Puskesmas Batang Kuis yang Terkonfirmasi COVID-19 Pernah Divaksin 2 Kali

Sebanyak 21 tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Rawat Inap Batang Kuis di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah mengikuti tes swab Polymerase Chain Response (PCR) pada 11 dan 12 Mei 2021. Sebelumnya mereka pernah menjalani vaksinasi dua kali 4 bulan yang lalu. (KabarMedan.com)

MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 21 tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Rawat Inap Batang Kuis di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah mengikuti tes swab Polymerase Chain Response (PCR) pada 11 dan 12 Mei 2021. Sebelumnya mereka pernah menjalani vaksinasi dua kali 4 bulan yang lalu.

“21 nakes yang kena terkonfirmasi COVID-19, pernah vaksinasi. Masing-masing sudah tahap 2. Itu (vaksinasi) di akhir bulan Januari,” ujar Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Batang Kuis, dr. Aguswan, Rabu (19/5/2021) siang.

Sebagaimana sudah diketahui bahwa tenaga kesehatan sudah diwajibkan untuk menjalani vaksinasi. Tak terkecuali di puskesmas yang dipimpinnya. “(21 tenaga kesehatan) bergejala ringan dan tanpa gejala. Paling berat batuk flu dan hilang penciuman. Yang diare juga ada,” katanya.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Ke-21 tenaga kesehatan itu semantara ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Bagi yang tidak bergejala, lanjut Aguswan, bisa langsung dilakukan swab setelah 10 hari. Menurutnya, ada 7 orang saja yang mengalami batuk flu sedangkan 3 – 4 orang tidak memiliki gejala dan ada yang mengalami diare.

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Batang Kuis, dr. Aguswan. (KabarMedan.com)

Anak bidan ikut positif COVID-19
Setelah menemukan bahwa 21 orang terkonfirmasi positif COVID-19, pihaknya melakukan tracing ke rumah staf puskesmasnya. Suami dan anak-anaknya dibawa ke puskesmas untuk dilakukan tes swab.

“Hasilnya, untuk dokter gigi, suami dan 3 anaknya, negatif. Ada seorang bidan, suaminya negatif, anaknya positif. untuk sementara itu yang kita dapat. Lainnya menunggu hasil,” katanya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Dia menambahkan, aktifitas berjalan di puskesmas tetap berjalan namun ada pembatasan waktu pelayanan. Kemudian yang rawat inap dirujuk ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Pelayanan di poli umum puskesmas dimulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB

Tracing lanjutan sedang berjalan. Ini sedang kita pantau lagi untuk swab kedua kepada 21 petugas yang positif,” katanya.

Dia menduga, tenaga kesehatan di puskesmas terpapar dari luar. Bukan dari dalam puskesmas lebih banyak beraktifitas di luar. Misalnya, bidan Desa Bakaran Batu, dan Desa Paya Gambar lebih banyak beraktifitas di pukesmas pembantu dan tracing pasien di desa dan dusun. “Jadi bisa diduga itu dari hasil men-tracingnya,” katanya. [KM-05]