8 Tahun Nek Rita Tinggal Sendiri di Rumah yang Hampir Roboh

SERGAI, KabarMedan.com | Tinggal sebatang kara di rumah yang hampir roboh sejak delapan tahu lalu, Nek Rita (58) warga Dusun V Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mengaku selalu merasa cemas.

Pasalnya, rumah semi permanen yang ditempatinya terlihat dibeberapa bagian seperti atap dan dinding bilik bambu kondisinya sudah rapuh dan hampir roboh akibat dimakan usia.

Ia takut sewaktu-waktu bangunan tersebut bisa ambruk sehingga membahayakan keselamatan, apalagi ketika hujan turun, rasa khawatirnya sangat tinggi.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

“Setiap musim hujan, saya terpaksa berjaga jaga, sebab atapĀ  sudah pada bocor, dan takut ambruk”, kata Dia saat ditemui di rumahnya, Jum’at (30/8/2019).

Menurut Dia, rusaknya rumah itu terjadi setelah suaminya meninggal dunia sekitar 8 tahun lalu. Karena tidak memiliki biaya ia pun membiarkan tempat tinggalnya tanpa ada perbaikan.

“Sejak suami meninggal saya hidup sendiri, untuk kebutuhan sehari-hari saya mencari botot (barang bekas) bagaimana mau memperbaikinya (rumah) ini,” kata Nek Rita.

Ia juga mengaku tidak mau meminta minta karena tidak mau merepotkan dan memberikan beban kepada para tetangganya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Sedangkan untuk bantuan dari Pemerintah sendiri Nek Rita mengaku tidak pernah mendapatkannya, baik bantuan rumah tidak layak huni maupun bantuan lainnya.

“Saya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun, dari dulu sampai sekarang begini – begini saja,” ujarnya.

Ia pun berharap ada pihak yang peduli membantunya memperbaiki rumah agar merasa nyaman, dan tidak takut roboh serta hujan sehingga dapat menikmati masa tuanya dengan tenang. [KM-04]