
MEDAN, KabarMedan.com | Polda Sumatera Utara meminta buruh tidak melakukan unjuk rasa pada peringatan May Day 2020.
Pasalnya, aksi unjuk rasa tersebut dapat membuat penyebaran virus corona atau COVID-19.
Demikian dikatakan Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin menyikapi adanya isu buruh di Sumut akan melakukan unjuk rasa pada 30 April 2020.
“Kita berharap itu tidak terjadi, sehingga dampak COVID-19 ini dapat kita cegah. Saat ini kita sedang fokus mengurus pendemi COVID-19,” kata Martuani dalam kegiatan Simulasi Tactical Floor Game (TFG) di Gor Mini Pancing, Jalan Wiliem Iskandar, Medan Estate, Rabu (22/4).
Jika para buruh tetap melakukan unjuk rasa, katanya, dipastikan kerumunan tidak terhindarkan.
Ia mengatakan, Polda Sumut telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka merangkul kelompok-kelompok buruh ini.
“Jika tetap melakukan unjuk rasa, kita meminta hanya perwakilan saja. Kita berharap Bapak Ketua DPRD Sumut dapat menerima untuk memudahkan kita berkomunikasi dengan kelompok buruh,” jelasnya.
Ia mengatakan, Simulasi Tactical Floor Game (TFG) merupakan teknik dalam strategi militer yang diterapkan dalam kegiatan sipil. Hal ini dilakukan agar komandan satuan dapat memahami apa yang dilakukan, bekerja sama dengan siapa.
“Itu salah satu harapannya sehingga para komandan dari Danton, Danki, Danyon tau apa yang akan dilakukan. Kita pastikan Polda Sumatera Utara siap dalam kondisi apapun,” tegasnya.
Terkait asimilasi napi yang dibebaskan, katanya, dari data statistik tidak ada peningkatan, bahkan cenderung menurun.
“Tidak ada peningkatan, cenderung menurun. Kami siap mendukung kebijakan pemerintah,” pungkasnya. [KM-03]













