Pra Rekontsruksi Pembunuhan 2 Bocah, Pelaku Peragakan 17 Adegan

MEDAN, KabarMedan.com | Polisi menggelar pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap IF (10) dan RA (5) yang dilakukan ayah tirinya. Pra-rekonstruksi dilakukan di rumah dan lokasi penemuan jasad korban.

Senin (22/6/2020) siang warga telah berkerumun di depan areal pekuburan Mandailing, yang berseberangan dengan Sekolah Global.

Rumah kontrakan pelaku berada tepat dibelakang gedung sekolah di Gang Abadi, Jalan Brigjend Katamso, Medan.

Polisi memasang garis polisi di pintu depan dan belakang gang, serta lorong kecil menuju rumah pelaku.

Warga berkerumum menunggu kedatangan R (30). Hal ini membuat kemacetan panjang terjadi di Jalan Juanda Baru dan Jalan Brigjend Katamso Medan.

Warga berteriak agar pelaku dihukum berat. Berkali-kali mereka diminta untuk membubarkan diri, mereka tetap bertahan.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Riki Ramadhan turun tangan mengimbau warga membubarkan diri.

Pasalnya, jika warga berkerumun dapat mengganggu kerja polisi untuk melakukan penyelidikan.

“Saya imbau warga kembali ke rumah masing-masing. Bantu kami bekerja. Jika bapak ibu tetap di sini, kami batalkan saja rekonstruksi ini,” katanya.

Namun, warga tetap bertahan di batu jalan. Kapolsek meminta agar lurah, kepala lingkungan, dan Binmas membantu mengarahkan warga ke rumahnya masing-masing.

Di saat warga mulai membubarkan diri, sebah mobil berwarna hitam datang. Beberapa orang turun dari mobil, salah satunya pria berkaos orange dengan tangan diborgol.

Ia dibawa dengan setengah berlari menuju lorong kecil di gang tersebut. Sekitar 5 menit, pria tersebut kembali dibawa masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi.

“Tolong bantu kami. Biar kami bekerja,” ujar Kompol Riki berkali-kali.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, dalam pra-rekonstruksi pelaku memperagakan 17 adegan.

Pra-rekonstruksi itu dilakukan di dalam rumah kontrakan pelaku dan di tempat penemuan jasad korban.

“Sementara pra-rekontruksi ada 17 adegan, bisa berkembang lagi. Nanti akan lebih detail lagi dan ada 2 titik TKP kita laksanakan rekon.  Untuk saksi ada 5 orang yang diperiksa,” pungkasnya. [KM-05]