MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 600 orang petugas mengikuti pelatihan untuk vaksinasi atau imunisasi COVID-19. Vaksinasi itu sendiri dijadwalkan dilaksanakan bulan November 2020, kemungkinan akan delay karena proses persiapan yang sedang berjalan.
“Kita sudah ada uji cobanya dan kemungkinan akan dari tahap awal di November ini. Tapi biasalah, ada delay karena persiapan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan kepada wartawan, Selasa (10/11/2020) siang.
Dikatakannya, persiapan yang dimaksudkannya adalah pelatihan terhadap 600 orang petugas oleh Bapelkes Batam selama 4 hari. Untuk petugas, kata dia, diperkirakan ada 6000 orang yang petugas yang mengikuti pelatihan.
“Hari ini ada 600 orang petugas yang sedang dilatih. Kalau tak salah kita akan ada 6000 orang petugas,” katanya.
Ketika ditanya mengenai vaksin tersebut, Alwi mengaku belum mengetahui vaksinnya tahap pertama atau berikutnya. Namuin yang diketahuinya, jatah untuk Sumut lebih dari 8,2 juta orang. Sedangkan orang yang akan divaksin, kata dia, adalah orang dengan rentang usia 15 – 59 tahun.
“Ini nanti di semua tempat kesehatan. Makanya dilatih itu petugas kita se-Sumut ini. Prioritasnya tenaga kesehatan, TNI-Polri, petugas yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti Dukcapil, Satpol PP, mungkin wartawannya kalau berkenan,” katanya.
Menurutnya, sudah ada beberapa orang yang mendaftar untuk mendapatkan vaksinasi. Namun dia tidak merinci siapa saja orang yang sudah mendaftar tersebut. “Silakan saja. Tapi dia harus didata dulu. Tak bisa datang terus dapat. Kalau mau, ya sekarang daftar di Dinkes, karena vaksinnya kurang,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, imunisasi COVID-19 itu dilakukan setelah Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI resmi mengeluarkan pemberitahuan rencana pelaksanaannya, dalam surat nomor SR.02.06/II/10950/2020 pertanggal 19 Oktober 2020.
“Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, maka rencana pelaksanaan pemberian imunisasi COVID-19 secara bertahap mulai November 2020,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).
Imunisasi COVID-19 ini diberikan pada kelompok rentan usia 18-59 tahun. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan.
Sedangkan pada kelompok prioritas lainnya yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi COVID-19 diberikan kepada petugas pelayanan publik, yakni petugas yang berhadapan langsung dengan masyarkat, seperti TNI-Polri, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pemadam kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan.
Kemudian untuk kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontrobusi pada sektor perekonomian dan pendidikan, serta penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti kawasan padat penduduk.
“Selanjutnya para kontak erat COVID-19, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi. Berikutnya administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik,” jelasnya.
Estimasi sasaran imunisasi COVID-19 di Sumut, total sasarannya berjumlah 8.232.718 orang. Jumlah ini, terdiri dari tenaga kesehatan dan petugas pendukung lainnya yang bekerja di Fasyankes, yakni sipil 31.634 orang, TNI 582 orang, dan Polri 448 orang.
Kemudian petugas pelayanan publik terdiri dari Satpol PP 7.335 orang, TNI 19.631 orang, Polri 19.598 orang, dan lainnya 775.704 orang. Selanjutnya anggota BPJS PBI 4.951.731 orang, serta masyarkat dan pelaku ekonomi lainnya sebanyak 2.426.054 orang. [KM-05]














