MEDAN, KabarMedan.com | Mobil Laboratorium (Lab) Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Pemerintah Kabupaten Batubara yang dilepas secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pada September lalu kini sudah beroperasi di sejumlah titik di Batubara. Hingga saat ini, sudah lebih dari 260 orang yang melakukan test swab secara gratis. Masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Batubara, dr. Wahid Khusairy ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Senin (16/11/2020) sore. Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi di Kecamatan Sei Suka, Terminal Sei Bejangkar. “Mungkin besok ke Indrapura. Nanti dijadwalkan, artinya melihat sebaran kasus. Kalau kasus itu meningkat ya perlu kita lakukan pemeriksaan swab apakah dari sekian itu punya potensi untuk berkembang lagi maka dilakukan swab,” katanya.
Dijelaskannya, untuk saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Batubara terkendali meskipun masih terjadi penambahan. Karena itu, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.
“Kalau sudah bergejala sakit, periksakan saja terus. Masyarakat yang melakukan perjalanan, badan tak enak, batuk, periksa swab saja, lebih bagus deteksi dini apakah kita terkena atau tidak, ya (ini gratis),” katanya.
Target Hampir Tercapai
Dikatakannya, dalam satu hari pihaknya menargetkan pemeriksaan swab sebanyak 50. Namun begitu, baru tercapai sekitar 40-1n. “Memang 1 hari itu 50-an gitu, (tercapai) baru sekitar 40-an. Keterbatasan regencia, kan masih 1.000, kita atur ritmenya,” katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumatera Utara, Mayor Kes. dr. Whiko Irwan, Sp.B mengatakan, perkembangan saat ini di Sumut, jumlah suspek sebanyak 666 penderita. Konfirmasi positif sebanyak 14.411 penderita dengan penambahan selama seminggu sebanyak 550 kasus.
Kemudian, untuk jumlah kesembuhan sudah menyentuh angka 11.804 penderita dengan penambahan selama seminggu sebanyak 459 orang. Kemudian yang meninggal dunia dalam seminggu terakhir sebanyak 14 orang sehingga total sebanyak 578 orang. “Spesimen 167.564 dan penambahan seminggu terakhir 11.905 sampel,” katanya.
Dalam siaran pers secara streaming melalui akun YouTube milik Humas Sumut pada Senin sore, dr. Whiko tidak merinci tiap kabupaten/kota. [KM-05]














