Imlek di Masa Pandemi, Indra Wahidin: Tidak Akan Mengurangi Makna

Indra Wahidin (Facebook)

MEDAN, KabarMedan.com | Tokoh masyarakat Tionghoa, Dokter Indra Wahidin hari ini juga mengikuti rangkaian vaksinasi dalam kegiatan Pekan Vaksinasi Covid-19 Sumatera Utara yang dilakukan di Pendopo USU, Rabu (10/2/2021).

“Pencanangan vaksinasi saya kira itu yang semua orang harapkan, ya. Apalagi di tanggal 8 kemarin itu sudah diizinkan oleh BPOM untuk umur di atas 60. Tentu ya kami yang seumur kami sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan,” ujar Indra.

Menurutnya, kegiatan yang akan diadakan hingga tanggal 17 Februari 2021 nanti itu dapat segera sampai kepada orang-orang yang menjadi target vaksinasi.

“Yang penting kita terima kasih lah kepada Pemerintah, kepada Pak Gubernur selaku Ketua (Satgas) Covid di sini dan jajarannya. Ya semoga yang lain bisa menyusul dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya.

“Karena memang orang sangat mengharapkan, semoga perencanaan ini berjalan terus, jangan hanya ramai di perencanaan, tapi setelah itu tidak ada kabar lagi, mungkin itu harapan kami,” sambung Indra Wahidin.

Setelah menerima vaksinasi, Indra berharap dan yakin bahwa tidak akan ada masalah setelahnya. Hal itu menurutnya karena sudah terlebih dahulu dilakukan oleh pihak pemerintah.

“Ya kita harapkan tidak ada gejala negatif lah, karena kan Pak Presiden Pak Gubernur dan Wali Kota kan sudah, harusnya tidak ada masalah. Kita doakanlah tidak ada masalah,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai perayaan imlek yang jatuh pada tanggal 12 Februari 2021 nanti, Indra mengatakan bahwa sudah ada imbauan dari pihak Polisi dan TNI untuk tidak melakukan acara secara berlebihan dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Dari umat Budha khususnya dan masyarakat Tionghoa pada umumnya, sebenarnya imbauan itu sudah kita sampaikan melalui media juga. Sehingga apa yang dihimbau oleh Pak Kapolda itu pasti kita akan penuhin karena untuk kepentingan bersama dan kepentingan negara dalam hal mengatasi Covid,” jelasnya.

Indra yang selalu mengadakan open house di kediamannya juga memutuskan untuk meniadakan kegiatan tersebut di tahun ini.

“Nggak lagi, mudah-mudahan tahun depan lah kita buat lebih baik lagi,” katanya.

Meskipun begitu, menurut Indra, hal tersebut tidak akan mengurangi makna dari hari besar itu sendiri meskipun tidak dilakukannya perayaan secara besar-besaran.

“Saya kira semua masyarakat kitalah, baik Tionghoa, baik yang lain-lain sudah menyadari bahaya Covid ini ya. Jadi dengan tidak melaksanakan sesuatu, berarti bukan mengurangi makna. Tidak perlu ada kekhawatiran orang tidak senang atau orang akan protes. Orang malah terima kasih bahwa pemerintah memperhatikan kelompok kita sama dengan kelompok muslim pada hari raya, kristiani pada natal. Jadi saya kira itu bagus sekali sih,” tutupnya. [KM-06]