Penangkapan di Namurambe, Saksi Mata Sebut Toni Tak Ada Potongan Teroris

Saksi mata penangkapan Tono, terduga teroris di Namorambe. (Foto: KabarMedan.com)

MEDAN, KabarMedan.com | Saksi Mata penangkapan Tono di perumahan Graha Deli Permai di Desa Deli Tua, Kecamatan Namurambe, Deli Serdang sepulangnya dari sholat subuh tadi tak ada potongan teroris.

Agus Setiawan (59) yang melihat langsung proses penangkapan Tono. Agus tinggal sekitar 40 meter dari tempat tinggal Tono yang menyewa di rumah tersebut.

“Kejadiannya ba’da sholat Subuh tadi. Saya pulang bertiga. Begitu sampai di pohon mangga itu, sudah melihat satu mobil dalam keadaan mesin hidup terus orangnya keluar satu. Saya anggap orang sini baru pulang dari kampung. Santai saja lah saya,” katanya.

Begitu 4 hingga 5 langkah selanjutnya, tiba-tiba mobil tersebut tarik gas. Bersamaan dengan itu melintas dari belakang Agus Tono dan anaknya dengan sepeda motornya. Tak lama kemudian beberapa orang keluar dari dalam mobil dan memotong Tono.

Dia sempat menyangka mereka yang di dalam mobil itu debt colector. Pada saat penangkapan itu, Tono sempat melawan namun tak berhasil. Dia mendengar seseorang mengatakan kepada Tono agar jangan melawan. Perlawanan itu sebentar saja.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Sempat jatuh, dia melawan sebentar saja. Dipiting dia. Saya reflek ada apa ini. Saya datangi. Lalu ada orang yang keluar dari mobil bilang kami dari Polda, oh udah aparat ini,” ujarnya.

Setelah itu, Tono langsung dibawa masuk ke dalam mobil dan pergi berlalu. Pria yang menyebut dirinya dari Polda itu sempat memintanya KTP sebagai saksi nantinya. “Saya kan was-was. Masalahnya di sini jujur saja yang seperti itu banyak, yang pake celana cingkrang di sini,” katanya.

Dia baru menyadari bahwa saat itu ternyata banyak mobil sudah bersiaga di sekitar lokasi. Sesaat kemudian, anak Tono yang tadi dibonceng dituntunnya ke rumahnya. Sebelumnya, anak laki-laki Tono sempat juga melawan petugas yang hendak menggandengnya.

“Anaknya melawan juga saat diajak aparat itu. Kayak pencak silat gitu lah. Anaknya bijak lah. Kemudian saya gandeng dia ke rumahnya,” katanya.

Saat dia membawa anak Tono kerumahnya, seorang rekannya membawakan sepeda motornya. Di depan rumah Tono, sudah ada sekitar 3 mobil yang terparkir. Tak banyak yang dilihatnya. Sepengetahuannya, ada beberapa barang yang dibawa dari dalam rumah itu ke dalam mobil.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Yang dibawa banyak. Ada kertas-kertas, buku. Kotak tapi tak tau persis. (Seperti) peti dari rumah dia. Ukuran 50 kali 50. Kotak tadi skatanya sih menurut keterangan alat latihan lempar pisau, panahan,” katanya.

Menurutnya, istri dan tiga anaknya tidak dibawa pergi oleh petugas yang datang. Namun beberapa saat kemudian setelah petugas pergi menggunakan mobil sedan tua berwarna merah milik Tono dan keluarga.

“Nggak nyangka sama sekali lah. Potongan teroris aja tak ada. Masalahnya, jujur saja yang seperti dia itu banyak pake celana cingkrang di sini,” katanya.

Penangkapan sudah dipersiapkan
Menurut Agus, penangkapan Tono sudah dipersiapkan matang. Dia sempat bertanya kepada sekuriti mengenai kenapa ada banyak mobil polisi yang ada di dalam saat penangkapan.

Menurutnya, petugas sudah memantau Toni sejak malam sebelumnya. Bahkan, lanjut dia, ada juga polisi yang menangkap itu juga turut sholat Masjid Al Ikhwan, tempat Tono sebelumnya sholat berjamaah dengan anak laki-lakinya. [KM-05]