
MEDAN, KabarMedan.com | Seekor lembu milik warga di Dusun 8, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat, ditemukan mati dengan luka gigitan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Kamis (8/4/2021).
Lembu itu sebelumnya ditempatkan di kandang anti harimau atau tiger proof enclosure (TPE) yang sudah kosong dan tak terawat selama 2 tahun. Tercatat sudah 12 ekor lembu dimangsa harimau di kecamatan ini saja.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bahorok, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Palber Turnip membenarkan ada kejadian tersebut. Dijelaskannya, satu ekor lembu yang dimangsa harimau itu milik warga bernama Hendro. Bangkai lembu itu awalnya ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkannya ke pihaknya.
Dari laporan itu, kemudian dilakukan pengecekan dan menemukan bangkai lembu seberat 70 kg itu berada sejauh 200 meter dari kandang anti serangan harimau (tiger proof enclosure/TPE) yang dibuat BBTNGL bersama mitra WRU pada Oktober 2019.
“Saat terjadi konflik di bulan Mei 2020, Hendro menjual lembunya. Kandang itu kemudian tidak dirawat dan kosong selama 11 bulan,” katanya ketika dikonfirmasi pada Jumat (9/4/2021) sore.
Setelah itu, kandang tersebut kosong dan tidak terawat dan sudah tidak memiliki pintu, kandang itu digunakan oleh Hendri setelah mendapat izin dari pemilik kandang. Di kandang yang sudah rusak dan tak laik lagi itu, Hendri meletakkan 1 ekor lembu selama sekitar seminggu.
Dijelaskannya, saat itu pihakya juga melakukan pengecekan di lapangan dan menemukan jejak harimau di seberang sungai. Kotoran sapi terletak dengan rapi, tidak ada noda darah di dalam kandang sehingga mengindikasikan tidak ada pergumulan antara harimau dengan lembu di dalam kandang.
“Robohnya kandang tergeletak rapi dan tidak seperti hasil pekerjaan binatang,” katanya.
Turnip membenarkan, terhitung sejak Desember 2020 hingga 8 April 2021, sebanyak 12 ekor lembu yang telah dimangsa oleh harimau sumatera di Kecamatan Bahorok, Langkat. Secara rinci konflik harimau memangsa lembu sebagai berikut ;
1. Jumat (18 Desember 2020), 1 ekor lembu dimangsa harimau di Blok Hutan Sei Kelam wilayah Kerja Resort Bohorok, Langkat
2. Senin (25 Desember 2020), 2 ekor lembu dimangsa harimau di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat
3. Rabu (6 Januari 2021), 2 ekor lembu dimangsa harimau di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat
4. Jumat (8 Januari 2021), 1 ekor lembu dimangsa harimau di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat
5. Senin (11 Januari 2021), 5 ekor lembu dimangsa di Dusun Batukatak, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Langkat,
6. Kamis (8 April 2021), 1 ekor lembu dimangsa di Dusun 8, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Hotmauli Sianturi menjelaskan, mengenai ternak lembu warga yang dimangsa harimau sudah menjadi masalah yang ‘itu-itu saja’. Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada warga untuk mengandangkan ternaknya di kandang TPE.
“Itu lembu yang dimangsa ini kan diletakkan di kandang yang sudah 2 tahun ditinggalkan. Itu kandang yang dibuat sama-sama dulu tapi tidak dirawat. Mestinya kan tetap dirawat kandangnya. Jadi biar tetap bisa digunakan,” katanya. [KM-05]













