Berkomentar Merendahkan soal KRI Nanggala 402, Seorang Pria di Medan Ditangkap POMAL

MEDAN, KabarMedan.com | Inisialnya IK. Dia ditangkap Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) setelah komentar merendahkan terkait tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 di perairan Bali di Marelan. Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Pelabuhan Belawan.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Humas Polda Sumut), Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hadi Wahyudi mengatakannya ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Senin (26/4/2021) sore.

“Sudah diamankan di Polres Belawan, lagi dimintai keterangan. Inisialnya lupa,” ujarnya.

Dijelaskannya, pria itu ditangkap POMAL pada Minggu (25/4/2021) kemarin. “Diamankan oleh Pom AL, kemudian Pom AL buat laporan polisi, kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Polres Belawan, ditangkap kemarin, tadi siang diserahkan, sekarang masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Hadi.

Disinggung konstruksi hukum apa yang akan dijerat terhadap pemilik akun tersebut apakah UU ITE atau lainnya, Hadi mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan.
“Biar penyidik yang mendalaminya,” ujarnya.

Pelaku diduga berkomentar merendahkan terkait insiden kapal selam KRI Nanggala 402 yang oleh TNI dinyatakan tenggelam di perairan Bali, Rabu (21/4/2021) lalu.
Akibat perbuatannya, pemilik akun tersebut akhirnya dijemput pihak POMAL dan kini menjalani proses pemeriksaan di Polres Belawan

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Sebelum dibawa petugas, pemilik akun tersebut selalu memberikan klarifikasi terkait perbuatannya. Ia mengaku tidak tahu menahu mengenai komentar yang mendadak viral tersebut.

Pria itu mengaku sebagai petani, bekerja dari pagi sampai sore, dia berada di ladang dan tidak memegang ponsel genggam. Singkat kata, ponsel genggam dia dibajak orang tidak bertanggung jawab dalam video juga terlihat jika lokasi log in Facebook akun Imam berada di Bandar Lampung.

“Kejadian bermulanya kan gak tahu sama sekali, aku waras punya istri punya anak, punya tanggung jawab. Posisi kerjaan aku itu petani, sehari-hari petani dari pagi sampai sore. Waktu pegang hp itu malam saja, kalau yang namanya posting itu berawal jam berapa aku komen itu tidak tahu sama sekali, gak sadar,” katanya.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Dan posisi aku lagi buka HP, langsung tertera notifikasi aku viral gini-gini, jadi buronan. Aku lihat itu permintaan pesan itu banyak sekali,” imbuhnya.

Ia pun mengaku sangat kaget ketika mendapat banyak pesan di handphonenya. “Aku tuh sesak, kaget lah, posisi capek pulang dari ladang. Nengok hp sudah kaya gitu posisinya. Pagi ke ladang posisi hp di cas, aku tuh gak pernah bawa hp,” kata Imam.

Meski begitu, pemilik akun ini mengaku minta maaf atas kegaduhan yang terjadi. “Seumpama, kalau keluarga dari Bapak Polres ataupun orang yang saya bikin postingan itu walaupun bukan saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada orang yang sudah menilai saya buruk,” katanya.

“Tetapi saya berani, namanya saya islam, diajarkan untuk berani maju di saat kita benar. Di saat kita salah, saya akan mengaku salah, tapi kalau saya benar saya berani maju sampai kapan pun,” tutupnya. [KM-05]