Begini Sosok Serda (Lis) Hendro Purwoto, Awak KRI Nanggala 402 di Mata Keluarganya

Ririn Purwanti (42) duduk di sebelah foto adik kandungnya, Serda (Lis) yang menjadi korban tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali. (KabarMedan.com)

MEDAN, KabarMedan.com | Satu dari 53 kru KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) berasal dari Medan. Namanya Hendro Purwoto berpangkat Serda (Lis).

Saudara kandungnya di Jalan Mangaan 4, Lingkungan 14, Lorong Rahayu 4, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli berkisah tentang sosok anak bungsu dari 7 bersaudara itu.

Kakak kandung Hendro, Ririn Purwanti (42) ketika ditemui di rumahnya, menjelaskan, Hendro adalah sosok yang baik, taat ibadah, hormat dengan orang tua, pendiam dan penyayang. Hendro lahir di Medan dan menamatkan sekolah di STM Sinar Husni. Dia lupa tahun berapa.

Kemudian tahun 2004, Hendro mengikuti testing di Belawan dan lulus. Kemudian dia bertugas mengikuti pendidikan di Surabaya selama 9 bulan. Dia sempat pulang saat ibunya meninggal dunia. Namun, saat ayahnya meninggal dia tidak sempat pulang karena masi dalam masa pendidikan.

Dijelaskannya, dia mendapat kabar buruk tentang adiknya dari adik iparnya Imrohatun (34) yang meneleponnya pada pukul Rabu pukul 03.00 WIB. Imrohatun menyebutkan bahwa Hendro bertugas di Kapal Selam Nanggala 402 dan hilang kontak.

“Kami langsung lihat siaran tivi lah. Kami lihat memang dia ada tugas di situ. Katanya kapalnya karam,” katanya sambil memandang sebuah foto pria berseragam TNI AL di dalam pigura yang diletakkan di meja di sampingnya.

Ririn mengaku jarang berkomunikasi langsung dengan Hendro. Dia lebih sering berkomunikasi dengan istrinya karena kesibukan adiknya. Almarhum sempat pulang pada tahun 2005 saat ibunya meninggal dunia. Kemudian pada tahun 2007, hanya sebentar saja. Setelah itu, tidak pernah pulang hingga sekarang.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

“Kesan saya tentang adik saya itu, dari kemenakan yang baru pulang dari Surabaya. Kebetulan kan dia dapat suami orang Angkatan Udara. Di Solo. Bulan Maret dia ketemu. Katanya lebaran ini dia mau pulang bawa istri dan anaknya,” katanya.

Namun, lanjut dia, keinginan itu tak terkabul. Pada Sabtu (24/4/2021), pihak keluarga menggelar acara kirim doa. Pasalnya, saat itu kabar yang beredar bahwa masih ada kemungkinan komunikasi dengan kapal nahas tersebut.

“Kami dikabari bahwa mereka gugur, semala. Makanya baru semalam kami gelar tahlilan malam pertama. Hari ini kedua,” katanya.

Dia berharap ada kejelasan tentang keberadaan adiknya. Jika bisa diketemukan, maka akan dikebumikan di Medan. Namun jika tidak, lanjut dia, pihakya akan mendoakan dari rumah. Begitupun dia mendoakan istrinya agar tetap tabah.

“Supaya semangat istrinya. Istrinya di sana tak pernah keluar rumah. Dalam kamar aja, didatangi Panglima, dia gak keluar. Dia tak sanggup liat beritanya. Selalu nangis. Kami juga, tapi ini kan adik kami, harus kuat,” katanya.

Sementara itu, abang almarhum, Joko Purwono mengatakan, dua minggu sebelumnya sempat berkomunikasi dengan adiknya via video call. Saat itu dia saling bertanya kabar. Menurutnya, adiknya itu sangat inginpulang ke Medan karena sudah sudah lama tak pulang.

Baca Juga:  Indosat Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia Melalui AI

“Saya rindu, keluarga juga rindu. Dua minggu lalu kami video call. Dia bilang, mungkin aku lebaran di perairan Bali ini mau pulang. Cuman nanti aku ada latihan perang lah. Saya tahu dia di kapal selam 402, karena pernah dia selfie,” katanya.

Joko kemudian menunjukkan kaos yang diberikan oleh adiknya melalui keponakannya yang sempat bertemu dengan Hendro di Surabaya. “Dia kirim 5 baju gini. Ini baju yang dikasih sama adik saya, untuk baju abang lah. Ini belum pernah saya pakai. Ini lah yang dikasihnya,” katanya.

Kaos itu berwarna abu-abu dengan gambar seorang prajurit dengan tulisan ‘KOPASKA The Gultor. “Ini bingkisan yang sempat diberikan adik saya. Benar-benar rindu saya, kami lah, rindu sekali sama adik saya. Tapi mau gimana lagi. Semoga tenang dia di sana. Kami doakan dari sini,” ucapnya lirih.

Sebagaimana dikeahui, Kapal Selam (KRI) Nanggala 402 ditemukan di kedalaman 838 meter dan terpecah menjadi 3 bagian.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan lokasi Nanggala 402 berhasil dilacak oleh KRI Rigel. Hadi juga menyatakan bahwa 53 awak kapal telah gugur. [KM-05]