MEDAN, KabarMedan.com | Dari 76 tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Rawat Inap Batang Kuis di Jalan Pancasila, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang sebanyak 21 orang di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, 4 orang di antaranya merupakan dokter gigi dan dokter umum.
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Batang Kuis, dr. Aguswan pada Selasa (18/5/2021) menjelaskan, pada 11 dan 12 Mei 2021, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Deli Serdang melakukan tes swab Polymerase Chain Response (PCR) secara massal tenaga kesehatan di puskesmas tersebut. Tes swab itu diikuti 76 orang.
“Tanggal 16 sore keluar hasil. Di situ lah kita didapat 21 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari 21 orang itu, 2 orang dokter umum dan 2 orang dokter gigi,” katanya.
Meski positif COVID-19, 21 orang tersebut tidak merasakan gejala berat sehingga mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Bahkan ada bidan yang tidak merasakan gejala yang begitu hebat. Semua isolasi mandiri di rumah. Tapi tadi dapat informasi ada yang mencret, batuk flu, belum sembuh. Ada juga yang sehat,” katanya.
Selannjutnya, pihaknya bersama tim pakar penanganan COVID-19 Deli Serdang melakukan tracing ke keluarganya. “Alhamdulillah salah satu dokter gigi, suami dan anaknya, 3 orang negatif. Jadi kan ada baiknya kita tahu lebih dulu supaya memutus mata rantai penularan. Soalnya tenaga kesehatan ini kan punya resiko tinggi. Pakai masker, dan baju APD lengkap pun (bisa kena),” katanya.
Selama menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, mereka diberikan asupan vitamin dan lainnya. Baik dari puskesmas sendiri maupun dari Dinas Kesehatan Deli Serdang. “Sama-sama lah, kami kumpul duit kami beli susu bearband, beli apa lah. Ada juga yang tinggal di Desa Pekan, Batang Kuis, Dapat bantuan beras dan minyak dari desa, alhamdulillah,” katanya.
Tetap beroperasi
Meskipun ada 21 stafnya yang positif COVID-19, operasional puskesmas tetap berjalan namun jam kerjanya dikurangi, yakni hingga pukul 12.00 WIB. untuk itu, diberlakukan antrian online. Setiap masyarakat yang datang, daftar dengan antrian yang sudah dilakukan secara online, kemudian menunggu sebentar.
“Kita persingkat alurnya ketemu dokter. Nanti delapan sampai sepuluh menit sama dokter. Lima menit konsultasi, mau periksa darah, cek gula, langsung ke lab. Konsultasi sama dokter tak bisa lama,” katanya.
Dikatakannya, untuk layanan kepada dokter gigi, untuk sementara ditutup. Namun jika ada yang mesti dicabut, pihaknya akan mengkonsultasikannya atau merujuknya ke Puskesmas Bandar Khalipah atau Puskesmas Aras Kabu atau yang paling dekat dengan rumah pasien. Selama ini, di puskesmas dalam satu hari melayani 60 – pasien.
“Ada pengurangan jam kerjanya. Dipersingkat. Tapi kalau untuk emergency misalnya melahirkan, kecelakaan, kita tolong juga atau kita rujuk,” ujarnya. [KM-05]














