12 Rumah di Deli Serdang Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

Epi Daulay ketika menceritakan angin puting beliung yang memporak-porandakan rumahnya di Desa Marendal II, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang pada Minggu (30/5/2021) sore. (KabarMedan.com)

MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 12 rumah warga di Desa Marendal II, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang mengalami kerusakan akibat dihantam angin puting beliung pada Minggu (30/5/2021) sore. Dari 12 rumah itu, 4 di antaranya mengalami rusak berat.

Kepala Desa Marendal II, Jupri Antono menjelaskan, angin puting beliung itu terjadi di Dusun II, III, IV, VI, dan IX. Total, ada 12 rumah, 4 di antaranya rusak berat. Selain rumah rusak, angin puting beliung juga mengakibatkan 2 pohon tumbang dan diduga mengenai kabel listrik sehingga padam.

“Kita sudah memberikan atau menyerahkan bantuan sembako tanggap darurat semalam. Penyerahan itu dilakukan oleh Pemerintah Desa Marendal II, Camat Patumbak, Budi Pane, dan dari Kepala BPBD Deli Serdang, Zainal Abidin Hutagalung,” katanya.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Seorang warga, di Dusun II, Epi Daulay mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, dirinya hendak merendam pakaian di belakang rumah. Saat itu, menurutnya cuaca memang sedang mendung lalu gerimis sebentar. Namun tiba-tiba hujan deras. Tak cuma itu, dia juga menduga terjadi hujan es lantaran terdengar suara sangat keras di seng rumahnya, tidak seperti biasanya.

Baru sebentar hujan deras, atap seng di rumah anaknya yang berada tepat di sebelah rumahnya terangkat dan menimpa rumahnya. Seketika itu juga dia dan keluarganya yang ada di dalam rumah langsung berhamburan keluar rumah meskipun hujan masih turun dengan derasnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Tak tahu lah semalam kami mau gimana. Hujan deras kali, angin kencang dan seng dari daput terangkat menimpa rumah. Kami pasrah saja semalam,” ungkapnya.

Epi menjelaskan, selama 20 tahun tinggal di tempat tersebut, baru kali ini dia mengalami kejadian tersebut. Selama ini, hujan deras seperti biasanya. “Semua seng kami, habis, terangkat semua. Tak bisa kuceritakan lagi. Terangkat seng kami,” katanya sambil menangis.

Epi berharap adanya bantuan untuk memperbaiki rumahnya. Untuk sementara ini, keluarganya tinggal berhimpitan di dalam satu rumah lantaran kondisi rumah yang masih berserakan. “Mudah-mudahan tidak hujan deras soalnya atap masih terbuka gitu. Mohon ada bantuan lah untuk memperbaiki rumah kami ini,” katanya. [KM-05]