100 Hari Menjabat, Bobby Diminta Juga Dengarkan Masukan dari PKS dan Demokrat

Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

MEDAN, KabarMedan.com | Menjadi kawan Demokrat selama pertarungan Pemilihan Wali Kota pada Desember 2020 lalu dan mendukung pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi yang merupakan rival Bobby Nasution – Aulia Rachman, PKS sampaikan apresiasi dan kritik di 100 hari Bobby-Aulia menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

Hal ini disampaikan oleh Wasis Wiseso Pamungkas, politisi PKS Sumut dalam FGD yang dilakukan oleh KNPI Sumatera Utara. Wasis menegaskan posisi dan sikap PKS terhadap pemerintahan menantu Presiden Joko Widodo itu tidak sebagai oposisi maupun sebagai pendukung. Menurutnya, PKS akan berusaha seobjektif mungkin dalam menilai setiap langkah Pemerintah Kota Medan.

“Kalau ada kebijakan yang baik dan untuk kemashlahatan warga kota Medan, PKS tak segan-segan menyampaikan apresiasinya, begitu juga sebaliknya jika dirasa ada yang kurang pas maka PKS akan terus mengkritisi. Terbukti, dari beberapa statement fraksi PKS DPRD kota Medan, contohnya pada terobosan e-parking, PKS sangat mengapresiasi hal tersebut. E-parking dapat menambah PAD kota Medan, dan itu merupakan salah satu solusi di tengah pandemic,” ujarnya, Sabtu (5/6/2021) malam.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Di lain sisi, menurut Wasis, PKS memberikan kritik yang tajam kepada Bobby terkait penyelenggaraan KCW yang diduga terjadi pelanggaran prokes, di mana banyak kerumunan pada pelaksanaannya.

“Jangan sampai masyarakat kebingungan dengan kebijakan yang dinilai tidak konsisten seperti ini. Di satu sisi kita sedang berjibaku melawan covid-19, tapi mengapa justru pemerintah kota Medan abai terhadap pelanggaran prokes dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Hal lain yang disampaikan Wasis adalah sejumlah catatan penting terkait dengan reformasi birokrasi yang belum nampak keseriusannya, penanganan banjir, dan banyak hal subtantif lainnya. Lebih lanjut pada sesi closing statement Wasis juga memberikan catatan dalam diskusi tersebut terkait dengan gaya komunikasi Bobby-Aulia.

“Kalau tadi dikatakan bahwa Bobby memiliki komunikasi politik yang bagus, dengan menggunakan seluruh media mainstream yang ada dan kekinian, sebetulnya saya khawatir itu sifatnya semu atau hanya sekedar festivalisasi saja, sehingga semua orang merasa wah padahal belum tentu menyentuh permasalahan yang substansial. Bobby juga harus mendengarkan masukan dari PKS dan Demokrat, karena biar bagaimana pun PKS dan Demokrat juga merupakan bagian penting dari kota Medan. Bobby harus membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder yang ada. Karena Medan ini milik bersama, bukan hanya milik Bobby semata” tutur Wasis.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

FGD tersebut juga dihadiri oleh beberapa narasumber yang juga memberikan catatan dan kritiknya terhadap kinerja 100 hari Bobby-Aulia. Di antara yang hadir adalah Aswan Jaya (wakil ketua DPD PDIP Sumut), Abyadi (Ombudsman), Vera (pegiat anti korupsi), Faisal Riza (Akademisi), selain itu juga ada Samsir Pohan selaku ketua KNPI Sumut dan beberapa perwakilan Organisasi kepemudaan yang ada di Sumut. [KM-06]