MEDAN, KabarMedan.com | Ketua Partai NasDem Kota Binjai Edi Putra Sitepu akui dirinya adalah orang yang ada dalam rekaman percakapan dugaan suap yang beredar. Percakapan tersebut ia lakukan dengan Ketua Partai PPP Kota Binjai Irhamsyah Pohan.
Atas hal tersebut ia juga mengatakan dirinya telah menerima ancaman akan dilaporan telah mencemarkan nama baik. Namun Edi membantah sedang menjelekkan seseorang ataupun menyebar berita bohong sehingga dirinya siap berhadapan dengan hukum.
“Saya hanya menanyakan rezeki seseorang, dapat berapa, dapat segini, kita publis dan jadi konsumsi publi, di mana letak salahnya?” pungkasnya.
Sementara itu Irhamsyah Pohan mengatakan percakapan tersebut sengaja dibuat untuk menciptakan pertikaian antara Ketua NasDem Kota Binjai dan anggotanya.
“Jadi itu hanya main-main saja. Rekaman itu memang ada. Itu supaya untuk memicu NasDem bertengkar saja,” ujar Irhamsyah, Jum’at (30/7/2021).
Ia menyampaikan motif Edi Saputra dalam pembuatan rekaman tersebut adalah untuk mengincar adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) para anggota NasDem di DPRD Kota Binjai.
Sementara isu yang terus berhembus bahwa suap yang dilakukan merupakan untuk memenangkan Rizky Yunanda Sitepu sebagai Wakil Wali Kota Binjai pada pemilihan tanggal 21 Juli 2021 lalu tersebut dibantah oleh Irhamsyah. Ia mengatakan tidak ada satupun Anggota Dewan yang menerima uang darinya.
Sebelumnya, beredar sebuah rekaman suara pembicaraan terkait dugaan suap pemilihan Wakil Wali Kota Binjai, Sumatera Utara. Dari rekaman tersebut, disebut anggota DPRD Binjai telah menerima Rp 20 juta untuk memilih salah satu calon.
Pembicaraan dalam rekaman itu tersebut Fraksi Nasdem dan senilai Rp 60 juta diberikan pada tiga orang anggota fraksi.
“Kemarin fraksi NasDem berapa terima,” kata seorang pria dalam rekaman suara itu.
“60,” jawab pria lainnya.
Kemudian disebut nama-nama yang diduga merupakan anggota DPRD Binjai. Setiap nama disebut mendapatkan Rp 20 juta.
“Syahrial 20, Matsyah 20, sama Irul 20,” kata seorang pria.
“Iya,” jawab pria lainnya.
Percakapan itu juga menyinggung apakah Ketua Fraksi mendapat uang lebih banyak. Dari rekaman juga terdengar harusnya Fraksi Nasdem tidak dapat bayaran.
“Seharusnya ketua, NasDem itu nggak usah ketua bayar,” kata seorang pria.
“Ya gimana lagi,” kata pria lainnya. [KM-06]














