Sempat Viral Diamankan Warga Satu Kampung, Pasien Covid-19 Meninggal

Tangkapan layar video pemukulan pasien isolasi mandiri Covid-19 di Sumatera Utara

MEDAN  KabarMedan.com | Pria yang sempat viral diduga dipukuli warga satu kampung akibat positif Covid-19 meninggal dunia.

Meskipun narasi yang beredar salah; Salamat Sianipar hanya sedang diamankan warga karena tak mau menjalani isolasi mandiri setelah divonis positif virus corona tersebut, nyawanya tetap tak tertolong.

Warga Kampung Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara tersebut menghembuskan nyawa terakhirnya di Rumah Sakit Adam Malik, Medan.

“Benar, semalam pasien meninggal pukul 16.30 WIB,” ujar Kasubbag Humas RSUP Adam Malik, Rosario Dorothy saat dikonformasi, Senin (2/8/2021).

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Rosario mengatakan Salamat Sianipar pun telah dibawa pulang ke Toba dan  dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Sebelumnya video seorang pasien yakni Salamat Sinapar yang terpapar Covid-19 ramai dipukuli warga satu kampung lantaran ditolak melakukan isolasi mandiri viral di media sosial. Hal ini diungkap pertama kali diungkap oleh akun instagram @jhosua_lubis.

“Awalnya Tulang saya terkena Covid-19, Dokter menyuruh isolasi mandiri. Tetapi masyarakat tidak terima, akhirnya dia dijauhkan dari Kampung Bulu Silape,” tulis Jhosua pada caption, Sabtu (24/7/2021).

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten hingga Polda Sumut telah memberikan bantahan terhadap kabar yang beredar. Istri Salamat Sianipar mengatakan kalau suaminya Salamat Sianipar berupaya menyebarkan virus kepada masyarakat di daerah Siguti, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

“Karena mencoba menularkan Virus Covid-19 kepada keluarga dan warga, suami ku itu pun terpaksa diamankan,” katanya, Minggu (25/7/2021).

Risma Sitorus menyampaikan bahwa sang suami kabur dari tempat isolasi mandiri dan kembali ke rumah dalam kondisi yang mengalami depresi akibat dinyatakan positif Covid-19. [KM-06]