MEDAN, KabarMedan.com | Mantan Wali Kota Medan Bachtiar Djafar meninggal dunia pada Selasa (3/8/2021). Tokoh Melayu Deli sekaligus sesepuh Partai Golkar tersebut tutup usia di usia 82 tahun.
Pemimpin Kota Medan periode 1990-2000 itu meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Suasana duka tak terhindarkan dari Komplek Griya Riatur Indah Blok F no.37, Jalan Amir Hamzah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Wali Kota Medan mengenang Bachtiar Djafar sebagai sosok yang telah memberikan inspirasi pada banyak orang. Aulia Rachman menyebut selama kepemimpinannya, Bachtiar Djafar menjalankan amanah dengan baik.
“Jadi amanah di kepemimpinannya. Bisa mendengarkan dan bisa merasakan,” ujar Aulia Rachman.
Menjadi pemimpin daerah, menurut Aulia, dengan hanya dengan mendengarkan aspirasi masyarakat sangatlah mudah. Namun, untuk merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat tak gampang. Hal ini pula yang sudah dijalani oleh Bachtiar Djafar, selama masa kepemimpinannya menjadi Wali Kota Medan 2 periode tahun 1990-2000.
“Mendengarkan masyarakat itu gampang. Bisa merasakannya itu yang susah. Beliau bisa mengaplikasikannya. Bisa merasakan berarti bisa mengaplikasikan itu yang susah,” tuturnya.
“Jadi inspirasi yang baik dari H. Bachtiar Djafar itu membangun sebuah sejarah, karena apa. Dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Makanya sosok tokoh H. Bachtiar Djafar itu sosok tokoh Medan Utara,” lanjut Aulia. [KM-06]














