Kritik Keramaian Vaksinasi Terus Bergulir, Korwil GMKI Sumut-Aceh Minta Kapoldasu Dievaluasi

MEDAN, KabarMedan.com | Vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara di Gedung Serbaguna Pancing di Jalan Williem Iskandar, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (3/8/2021), menuai kritik karena menimbulkan kerumunan.

Ribuan warga yang sudah menunggu sejak pagi hari, berdesakan masuk hingga ada yang terjatuh dan pingsan.

Hendra Manurung, Pengurus Pusat GMKI Koordinator Wilayah I Sumut-Aceh, dalam siaran tertulisnya kepada awak media menyesalkan terjadinya kerumunan dan kericuhan dalam Gebyar Vaksin Presisi tersebut.

“Sekelas Kepolisian Daerah Sumatera Utara tidak becus melaksanakan vaksinasi, malah kebobolan berujung kerumunan dan kericuhan. Kita khawatir kegiatan kemarin menjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” ujar Hendra.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Menurut Hendra, di tengah upaya pemerintah menanggulangi Covid-19 dengan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengurangi kerumunan, bahkan pemerintah memberi sanksi tegas bagi masyarakat pelanggar ketentuan PPKM, namun hal sebaliknya justru dilakukan oleh Kapolda Sumut selaku aparat penegak hukum.

“Kapolri perlu memanggil Kapolda Sumatera Utara dan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya terkhusus soal kericuhan vaksinasi di Gedung Serbaguna pada 3 Agustus kemarin. Jika memang ditemukan kelalaian dalam pelaksanaannya, maka Polri perlu memberikan sanksi tegas berupa pencopotan dari jabatannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

Sebelumnya, atas keramaian tersebut Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin sangat tinggi sehingga keramaian tak dapat terhindarkan.

Soal ada yang sudah mengantri lama namun tetap tidak mendapatkan vaksin, Riko menyampaikan hal tersebut bukan soal kekurangan vaksin, melainkan sudah ditentukan kapasitasnya.

“Jadi bukan kekurangan vaksin, petugas kita sudah kita setting untuk jumlah vaksinnya. Nggak mungkin kita lebihkan, tenaganya kita terbatas,” ujar Riko. [KM-06]