Masuk ke Indonesia, Vaksin Pfizer Hanya Untuk Jabodetabek

Vaksin Pfizer yang masuk ke Indonesia dalam tahap awal ini masih untuk warga Jabodetabek.

JAKARTA, KabarMedan.com | Sebanyak 1.560.780 dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia. Namun, dosis tahap awal ini hanya akan didistribusikan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tanggerang Selatan dan Bekasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Widyawati, dikutip dalam keterangan resmi, Senin (23/8), mengatakan prioritas pemberian ke wilayah Jabodetabek dikarenakan sistem logistik yang kompleks dibandingkan dengan jenis vaksin lainnya.

“Vaksin ini harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin. Termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikkan,” jelas Widyawati.

Vaksin Pfizer dengan merek Comirnaty ini membutuhkan penanganan dan penyimpanan yang khusus dan harus segera digunakan.

Mengingat secara spesifikasi vaksin ini harus disimpan khusus di dalam tempat dengan suhu yang sangat rendah antara minus 90 hingga minus 60 derajat celcius.

Vaksin Pfizer yang pertama kali masuk Indonesia ini datang melalui skema pembelian langsung.

Secara bertahap, 50 juta vaksin Pfizer akan tiba di Indonesia tahun ini melalui skema tersebut.

Jumlah ini tidak termasuk vaksin Pfizer yang didapatkan secara gratis melalui skema GAVI/Covax sebesar 4,6 juta dosis dalam beberapa minggu ke depan.

Seperti diketahui, vaksin Pfizer telah memperoleh Emergency Use Authorization (UEA) dari BPOM pada 14 Juli 2021, sehingga bisa langsung disuntikkan kepada masyarakat.

Pfizer saat ini menjadi vaksin yang banyak ditunggu masyarakat di Indonesia karena memiliki efikasi 94 persen.

Nilai kemanjuran yang dilaporkan tersebut membuat vaksin Pfizer yang dikembangkan dengan tekonologi genetika messenger RNA (mRNA) diklaim sebagai vaksin dengan efikasi vaksin Covid-19 tertinggi di dunia.

“Pemerintah terus mendatangkan vaksin terbaik dari berbagai produsen dalam rangka mengamankan ketersediaan vaksin untuk melindungi 208 juta rakyat Indonesia yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19,” tutur Widyawati.

Saat ini terdapat enam jenis vaksin yang digunakan di Indonesia yaitu vaksin Coronavac, vaksin jadi buatan Sinovac asal China, vaksin Covid-19, vaksin produksi Bio Farma dengan bahan baku dari Sinovac, vaksin AstraZeneca asal Inggris, vaksin Moderna dan Pfizer asal Amerika Serikat.

Widyawati mengatakan, meski terdapat beberapa jenis vaksin di Indonesia, Kemenkes menghimbau agar masyarakat tidak pilih-pilih vaksin, karena pemerintah sudah menjamin keamanan dan khasiat dari vaksin Covid-19 yang digunakan saat ini.

“Kembali saya tekankan, jangan pilih-pilih vaksin, semuanya aman dan berkhasiat dan segera lakukan vaksinasi”tegasnya. [KM-07]