Balita Tiga Setengah Tahun di Serdang Bedagai Alami Jantung Bocor Sejak Lahir

SERDANG BEDAGAI,KabarMedan.com | Namira Aprilia balita berusia 3,5 tahun warga Jalan Bakti, Lingkungan V, Kelurahan Tualang, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kondisinya kian memprihatinkan.

Pasalnya, Namira saat ini menderita penyakit kurang gizi, dan penyakit bawaan sejak lahir yaitu jantung bocor, kromosom rusak, dan platum robek di rongga mulut.

“Saat ini usianya sudah 3,5 tahun bobot tubuhnya lambat naik. Kata dokter saat diperiksa kurang gizi. Ada juga penyakit bawaannya jantung bocor, kromosom rusak, dan platum robek,” ujar ayah Namirah, Dian Pramana (35), Kamis (9/9/2021).

Dian mengungkapkan, kondisi Namirah seperti ini sudah dialami sejak berusia delapan bulan setelah dilahirkan, dan sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit untuk proses penyembuhan.

Namun karena kondisi ekonomi yang kurang memadai, maka perobatannya dilakukan seadanya saja, sesuai dengan keuangan saja.

“Sekarang ini kalau ada biaya ya ke dokter, kadang ke pengobatan alternatif. Karena hampir setiap berobat biaya pengobatannya sampe satu jutaan,” ujar Dian.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Terkait dengan kepemilikan BPJS Kesehatan, Ia mengatakan anaknya sudah terdaftar. Namun, karena membayar iurannya secara mandiri, ia pun tak sanggup lagi membayarnya satu bulan terakhir ini, karena dirinya bekerja serabutan.

“Saya berjualan ikan cupang, berdagang bakso bakar, apa yang bisa saya jual, saya kerjakan. Untuk saat ini berjualan makanan, saya tidak ada modal, karena habis modal untuk makan sehari-hari,” terangnya.

Ia juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat, hanya menerima bantuan pada tahun lalu saja, yaitu berupa beras lima kilo dua karung, dan uang bantuan Covid-19 sebesar Rp 300 ribu.

“Sejak tahun lalu saya menerima bantuan itu, hingga sekarang tidak ada lagi. Saya berharap kepada pemerintah saat ini, keluarkan hak-hak kami warga yang kurang mampu ini, apalagi ini berdampak Covid-19, besar bagi saya bantuan itu. Saat ini alasannya masih di proses-proses saja. Belum ada hasilnya yang terbukti. Untuk bantuan PKH belum ada dapat, masih diajukan katanya,” ucap Dian.

Baca Juga:  Listrik Padam, Cafe di Kota Medan Padat

Sementara itu juga, Lurah Tualang, Ewin mengatakan, saat ini keluarga Dian Pramana sudah di masukan ke dalam daftar penerima bantuan.

“Langkah selanjutnya akan kita berikan perhatian ekstra, dalam arti kita akan merujuk ke RSUD Sultan Sulaiman. Kebetulan disitu tersedia dokter ahli jantung, jadi tidak perlu lagi orangtua si anak ini berobat ke Kota Medan,” ujar Ewin.

Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, dan sedang mengurus Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) agar bisa secepatnya membawa Namira untuk dirujuk ke RSUD. Sultan Sulaiman.[KM-04]