MAKASSAR, KabarMedan.com | Puluhan mahasiswi yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari Kemendikbud di Kota Makasar diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang petugas satpam.
Direkam diam-diam saat di kamar mandi, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Advokad Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Rezky Pratiwi mengatakan saat ini sedikitnya 20 orang korban telah membuat laporan.
“Teman-teman dari program Kampus Merdeke UNM datang ke LBH Makassar untuk mengadukan terkait dengan pelecehan seksual yang dilakukan oleh petugas yang ada di lingkungan kampus,” ujarnya, Jum’at (10/12/2021) dilansir dari Suara.com?jaringan KabarMedan.com.
Tindakan merekam diam-diam tersebut pertama kali terungkap saat salah satu mahasiswi menemukan kamera saat ia sedang berada di kamar mandi.
“Saat itu saya sedang mandi. Tapi tiba-tiba saya melihat ada kamera warna putih di atas. Saya kaget dan cepat-cepat pakai pakaian lagi,” kata mahasiswi berinisial RN.
Ia berteriak dan meminta tolong kepada rekannya yang lain. Saat itu, mahasiswa lain juga mengecek lokasi dan ditemukan kaca yang tembus ke sebuah kamar yang tidak terpakai.
Sementara itu, Rektor UNM, Husain Syam mengatakan pihaknya telah memecat petugas satpam yang diduga melakuan aksi pelecehan tersebut.
“Saya sudah pecat oknum sekuriti itu. Besok saya keluarkan surat pernyataannya, pemecatan tidak hormat,” tuturnya. [KM-06]














