Dua Guru di Medan Diduga Hina Siswa, Sebut Bodoh dan Miskin

MEDAN, KabarMedan.com | Dua guru di SMP Negeri 28 Medan Johor, Kota Medan diduga melakukan penghinaan terhadap seorang siswa.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Ihwan Ritonga yang kemudian mendatangi sekolah tersebut. Ihwan mengatakan beberapa bulan lalu ia telah mendengar penghinaan yang sama dilontarkan terhadap siswa tersebut, namun nyatanya kejadian terulang kembali.

Disambut oleh Kepala Sekolah Horas Pohan, Ihwan mengungkapkan laporan yang sampai ke telinganya bahwa siswa tersebut telah dihina dengan sebutan bodoh dan miskin.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Sebulan yang lalu dia udah mengadu juga ini sebenarnya, katanya ada wali kelasnya yang selalu menghina dia itu orang miskin. Kemarin terjadi lagi pas pengambilan rapor, dibilang bodoh dan ada yang nyahut guru satu lagi, dibilang miskin,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu menuturkan bahwa siswa tersebut perlu didukung. Ihwan mengatakan dirinya mengenal dan menjadi orang tua asuh dari siswa tersebut sekitar enam bulan yang lalu. Kedua orang tua dari sang siswa diketahui telah meninggal dunia.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

“Ini Pak Gubernur, ini putus sekolah, saya bilang. Ini saya ambil alih, saya daftarkan lagi dulu dari nol, saya biayai uang sekolahnya,” tuturnya.

Atas hal tersebut, Ihwan berpesan kepada kepala sekolah agar kejadian tersebut tidak terulangi kembali. Ia menekankan agar tidak ada lagi kata-kata penghinaan dan cacian yang dilontarkan oleh tenaga pendidik kepada siswa secara keseluruhan agar tidak mengganggu psikologis anak yang kemudian berdampak pada minat sekolah. [KM-06]