Tersandung Kasus Korupsi dan Dugaan Perbudakan, Netizen Serbu Video Ulang Tahun Anak Bupati Langkat

MEDAN, KabarMedan.com | Bupati Langkat non-aktif, Terbit Rencana Perangin Angin tengah menjadi sorotan. Setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap, kini dugaan perbudakan modern terkuak setelah dua kerangkeng manusia di temukan di rumahnya.

Dipantau di akun Youtube Tiorita Rencana pada Rabu (26/1/2022), netizen terlihat berdatangan memberikan komentar-komentar menohok mengenai kasus tersebut. Termasuk di unggahan video ulang tahun anak Terbit Rencana Perangin Angin.

“Asik ya di atas surprise birthday party, di bawah ada yang disiksa di kerangkeng,” tulis salah satu akun.

“Oh ini anak bupati yang tukang menjarain 40 orang? Yang rumahnya ada kerangkengnya? Ditunggu vlog bapaknya di penjara ya,” tulis akun lainnya.

Sementara itu, masyarakat sekitar maupun orang yang berada dalam kerangkeng membantah bahwa adanya perbudakan dan penyiksaan, seperti yang dilaporkan ke Komnas HAM oleh lembaga swadaya Migrant Care.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Suparman, Kepala Desa Bina Kasih menyebut setidaknya ada sekitar 500 orang yang telah berhasil sembuh setelah dibina selama berada di kerangkeng pribadi milik Terbit Rencana Perangin Angin.

Ia juga membantah bahwa lokasi tersebut merupakan penjara manusia, sebab orang-orang yang ada dalam kerangkeng tersebut dibekali keterampilan yang dibutuhkan di pabrik kelapa sawit milik sang bupati itu. Suparman juga mengatakan, sebagian yang sudah sembuh dan memiliki skill juga diangkat sebagai karyawan pabrik kelapa sawit tersebut.

Menurutnya pemberitaan yang beredar mengenai warga binaan diberikan makan yang tidak layak juga tidak benar. Orang-orang yang ada di dalam kerangkeng disebut memakan makanan yang sama dengan Bupati Terbit Rencana Perangin Angin, serta dibekali dengan kegiatan ibadah rohani sesuai dengan kepercayaan dan agama masing-masing.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang wanita bernama Hana. Ia mengaku selama suaminya berada di sana diperlakukan dengan baik. Meskipun akses komunikasi terbatas, namun keluarga diperbolehkan berkunjung pada hari Minggu atau waktu libur nasional. Hal itu disebut sangat membantu, sebab rehabilitasi tersebut juga tidak dipungut biaya apapun.

Sementara itu, Jefri Sembiring, salah satu orang yang berada dalam kerangkeng milik Terbit Rencana Perangin Angin mengatakan dirinya telah mengonsumsi narkoba selama tujuh tahun. Sebagai salah satu warga binaan, ia mengaku nyaman direhabilitasi di lokasi tersebut.

Jefri bercerita, ia kesulitan untuk berhenti dari kencanduan narkoba. Sehingga, empat bulan lalu ia diantarkan keluarganya ke lokasi yang disebutnya sebagai tempat rehabilitasi dengan tujuan agar sembuh, bersih dari narkoba dan nantinya bisa bekerja di pabrik kelapa sawit milik sang Bupati. [KM-06]