Pelatih Biliar Choki Aritonang Cabut Laporannya Terhadap Edy Rahmayadi

Video Viral Pelatih Biliar Choki Aritonang Diduga Dijewer Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

MEDAN, KabarMedan.com | Pelatih biliar Khoiruddin Aritonang atau Choki Aritonang mencabut laporannya terhadap Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi yang mengatakan Choki telah mencabut laporannya sejak awal bulan Maret lalu.

“Pada tanggal 3 Maret 2022 pelapor Khoiruddin Aritonang telah melakukan pencabutan laporan pengaduannya dengan membuat surat pernyataan,” ujar Hadi, dilansir dari Suara.com – jaringan KabarMedan.com pada Kamis (17/3/2022).

Sementara itu Kuasa Hukum Choki, Gumilar Aditya Nugroho menyebut ia tidak tahu menahu mengenai pencabutan laporan tersebut. Ia juga menegaskan dirinya tak lagi menjadi kuasa hukum dari Choki.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Kami sudah diputus menjadi kuasa hukum sekitar seminggu yang lalu. Jadi kami tidak tahu mengenai pencabutan ini,” tuturnya.

Sebelumnya, video Choki dijewer oleh Edy Rahmayadi dalam agenda pembagian bonus untuk atlet peserta PON viral di media sosial. Choki menyebut dirinya mendapat perlakukan tak menyenangkan tersebut dari Edy hanya karena dirinya tidak ikut tepuk tangan.

“Mengapa saya melaporkan, kan disana ada perbuatan yang tidak menyenangkan. Pertama soal saya dijewer itu dan dipermalukan, itu kan tidak menyenangkan. Jadi itu saja,” ujarnya, Rabu (29/12/2021).

“Nggak ada salah apa-apa kan cuma karena nggak tepuk tangan, saya tidak tidur, tidak mempermalukan dia juga, kalau saya begitu ya wajar dia marah,” tambah Choki.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Menurutnya tak ada hal khusus yang mewajibkan dirinya untuk ikut serta memberikan tepuk tangan kala itu.

“Ya bingung kenapa sampai dimaki hanya karena saya tidak tepuk tangan? Marah-marah nggak jelas, kan aneh,” tuturnya.

Choki mengatakan dirinya langsung memilih keluar meskipun belum dipersilakan turun dari panggung.

“Sempat dijewer dan itu bilang sontoloyo, ya saya keluar. Bukan diusir, tapi saya sudah mau keluar duluan. Minim perhatiannya ke dunia olahraga tapi gila hormat dan tepukan tangan,” tuturnya. [KM-06]