JAKARTA, KabarMedan.com | Politikus asal PDI Perjuangan yang juga merupakan anggota Komisi XI DPR-RI, Masinton Pasaribu menyebut seharusnya Luhut Binsar Panjaitan mundur dari jabatannya. Ia menilai, pernyataan Luhut mengenai penundaan pemilu telah menimbulkan polemik di masyarakat.
Bahkan, Masington menyebut Luhut menjadi dalang dari timbulnya gejolak demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Dengan lantang bahkan Masington mengatakan Luhut telah menyebar hoaks melalui klaim big data.
“Yang bukan bidang politik tapi mewacanakan perpanjangan jabatan presiden, kemana itu orang? Menyebarkan hoaks melalui big data, di mana batang hidung menteri pongah sok merasa paling kuasa itu? Kenapa bukan dia yang menjelaskan ke publik. Gagasan ini tidak datang dari presiden Jokowi, melainkan dia sendiri,” ujar Masinton pada Selasa (12/4/2022).
Atas hal tersebut Masinton mengimbau Luhut untuk segera mundur dari jabatannya. Ia pun mengatakan pergerakan mahasiswa saat ini merupakan bentuk kritik kepada elite tua rakus.
“Harusnya menko tersebut secara ksatria mundur dari jabatannya. Apalagi telah menyebarkan big data hoaks kepada masyarakat. Pula aksi saat ini harus dimaknai sebagai kritik terhadap elite tua yang rakus jabatan dan ingin menguasai sumber daya kekayaan alam kita. Bahkan untuk mencapai itu terang-terangan berupaya membajak konstitusi,” tuturnya.
Sementara itu, Luhut sebelumnya telah berkali-kali menolak untuk membuka big data yang ia miliki. Pada big data itu, Luhut menyebut sebanyak 110 Juta masyarakat setuju atas adanya penundaan pemilu.
“Kan saya punya hak juga untuk tidak men-share sama kalian. Apa kewajiban saya mempertanggungjawabkan saya punya data?” ungkap Luhut saat menemui massa aksi dari BEM UI baru-baru ini. [KM-06]














