Cipayung Kota Medan Geruduk Kantor DPRD Sumut, Bawa 4 Poin Tuntutan

MEDAN, KabarMedan.com | Tak hanya dari BEM Seluruh Indonesia, aliansi Cipayung Plus Kota Medan yang terdiri dari organisasi HMI, GMKI, PMII, KAMMI, IMM, GMNI, HIMMA juga memenuhi kantor DPRD Sumatera Utara.

Membawa empat poin tuntutan, ratusan mahasiswa itu menyoroti kenaikan harga minyak goreng yang dinilai menyulitkan kehidupan masyarakat.

“Kami menolak kenaikan BBM. Karena kenaikan BBM ini mempengaruhi kondisi daya beli masyarakat di bawah. Orang tua kita pasti kesusahan,” orasi massa aksi dari mobil komando.

Baca Juga:  Pria 29 Tahun Ditangkap Beserta Bong Saat Penggerebekan Sarang Narkoba di Sergai

Kedua, massa aksi juga menyuarakan penolakan terhadap kenaikan PPN yang awalnya 10 persen menjadi 11 persen.

“Ini akan menimbulkan masalah baru. BBM dinaikkan, PPN juga dinaikkan, ini semakin berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” katanya menyampaikan tuntutan poin kedua.

“Ketiga, kami menolak kenaikan harga pokok sembako. Kita sama-sama menyaksikan bahwa satu bulan belakang ini kota cukup sulit untuk mendapatkan yang namanya minyak makan (goreng),” sebutnya.

Massa aksi meminta agar pemerintah membuat regulasi yang sah untuk dapat memberikan perhatian yang serius terhadap kesusahan masyarakat akibat kenaikan-kenaikan yang terjadi.

Baca Juga:  Polsek Dolok Masihul Ringkus Dua Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Warga

Selanjutnya, para mahasiswa juga menolak tegas rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan.

“Karena dalam masa transisi dari pandemi Covid-19, keadaan ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Ada berapa banyak biaya yang digelontorkan untuk proyek besar ini? Kita khawatir karena ini akan kurang perhatian pemerintah terhadap bantuan sosial kepada masyarakat,” tuturnya. [KM-06]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here