Batal Turun Aksi, Aliansi BEM Sumut Bersatu Alasankan Melihat Potensi Ditunggangi

MEDAN, KabarMedan.com | Melalui akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU), Presiden Mahasiswa M Rizki Fadillah bersama dengan beberapa aliansi lainnya menyatakan penundaan aksi yang awalnya akan dilakukan pada hari ini, Rabu (13/4/2022).

Rizki pada tayangan tersebut menjelaskan bahwa pembatalan demonstrasi hari ini maupun penundaan disebabkan dengan dugaan potensi penunggangan aksi. Ia pun menyebut keputusan itu guna menghindari berbagai bentuk bentrok di lapangan.

“Melihat kondisi tanggal 13 April 2022 di Kota Medan, maka dengan itu kami Aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu dengan ini menyatakan untuk menunda kegiatan pelaksanaan aksi demonstrasi yang dilaksanakan pada Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara. Dikarenakan melihat adanya potensi penunggangan aksi, dan kekisruhan dan bentuk chaos lainnya dan untuk menjaga kondusifitas dan banyaknya aliansi yang akan turun pada hari ini. Maka kami aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu dengan ini menunda kegiatan aksi untuk melakukan pematangan langkah-langkah lainnya,” ujarnya.

Padahal, aksi yang dilakukan oleh BEM Seluruh Indonesia, kemudian Cipayung Plus Kota Medan, BEM UINSU, BEM Universitas Panca Budi, dan Generasi Republik Indonesia Menggugat yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar itu berjalan dengan damai. Tak ada keributan, bentrok dan semacamnya.

Bahkan Ketua DPRD Baskami Ginting beserta jajarannya berulang kali menemui massa aksi yang datang secara bergantian.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan lapangan, aliansi yang digadang-gadang akan membawa massa di atas 1.000 itu tak kunjung muncul hingga sore hari. Usut punya usut, aksi tersebut ternyata batal. Presiden Mahasiswa USU, M Rizki Fadillah disebut-sebut membatalkan dan menyatakan ketidaksiapan di hari H.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Kejadian ini, ditanggapi oleh Anwar Safaat, salah satu massa aksi dari USU sendiri. Ia mengaku terkejut Presiden Mahasiswa tiba-tiba melakukan pembatalan yang ia pun menduga adanya tekanan dari pihak-pihak tertentu. Sebab, dari persiapan bahkan konsolidasi yang sudah beberapa kali dilakukan, Anwar menilai tidak ada alasan lain mengapa aksi tersebut tiba-tiba dibatalkan di hari ini.

“Tanggapan mengenai mengatakan antara siap nggak siap itu, aku pikir di sini merupakan kelemahan dari konsolidasi atau kelemahan internal, terutama kelemahan mental dari presiden mahasiswa. Karena di sini kita memandang juga, bahwasanya persiapan konsolidasi dengan membawa 13 BEM dari 13 kampus aku pikir itu sudah matang, tiba-tiba kena pressure lah Presiden Mahasiswa mungkin. Kemungkinan Presiden mahasiswa terkena tekanan sehingga menyatakan tidak siap untuk turun,” ujar sosok yang kini menjabat sebagai Kabid PTKP HMI Komisariat FISIP USU itu.

Presiden Mahasiswa diungkap Anwar menyebut alasan-alasan seperti ketidaksiapan dan kemungkinan bentrok di lapangan. Padahal, kemungkinan itu bisa saja dibantah, sebab dalam manajemen aksi telah dilakukannya pembahasan manajemen konflik.

“Jadi dengan berdalih kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, kalau bicara soal kemungkinan, dalam manajemen aksi pasti ada manajemen konflik. Kalau dibicarakan oleh Presma bahwasanya kemungkinan terjadi konflik, lantas di mana kesiapan manajemen konflik? Artinya ini bukan terkait dengan manajemen, melainkan kelemahan dari Presiden Mahasiswa yang aku pikir perlu ditindaklanjuti atau diperhatikan lagi,” sebutnya.

Beberapa massa aksi, yang tidak hanya dari USU, melainkan juga dari Universitas lain disebutnya sudah sempat berkumpul dan bersiap turun ke jalan. Namun mereka harus kecewa dengan keputusan pembatalan tersebut.

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

“Kebingungan, tekanan mental dan ketidaksiapan dari Presiden Mahasiswa untuk menanggungjawabi sehingga massa aksi kecewa. Jadi Presiden Mahasiswa dari Panca Budi mengambil sikap sendiri untuk turun. Artinya, pembatalan ini sudah mencederai kesepakatan dari BEM aliansi tadi,” tuturnya.

“Aku pikir persiapan konsolidasi sebelumnya udah siap. Kalau memang mungkin persiapan itu nggak ada, kenapa berani mengeluarkan jatuhnya tanggal? Kenapa tiba-tiba di hari H dibilang sebagainya. Itu menjadi pertanyaan bagi kawan-kawan massa aksi, bahkan dari kawan-kawan aliansi,” jelas Anwar.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa dari Universitas Panca Budi, Ade Prasetya membenarkan kabar pembatalan tersebut. Ia yang tidak sepakat akan pernyataan mundur di hari H itu, membawa massa Universitasnya untuk turun secara tunggal di jalan.

“Tadi beberapa aliansi menyatakan tidak turun, saya tidak sepakat, jadi kami memutuskan untuk turun sendiri, Panca Budi aksi tunggal sendiri,” ujarnya.

Saat ditanyakan alasan mengapa, ia pun menjawab ada ketidaksiapan dan kekhawatiran mengenai suasana di lapangan.

“Terkait itu juga kami kan memiliki koordinator aksi. Koordinatornya ini tidak memadai juga, takut terjadi kericuhan, makanya aliansi itu tidak jadi aksi,” tuturnya.

Meskipun terkesan enggan mengomentari banyak mengenai pembatalan aksi tersebut, Ade menyebut Panca Budi tak gentar untuk turun ke jalan sebagai satu-satunya pihak yang menjalankan kesepakatan untuk menyuarakan suara rakyat.

“Kami memutuskan aksi sendiri ya karena ingin menyuarakan rakyat. Kami tidak takut, mau itu bentrok atau apapun karena ini suara rakyat,” pungkasnya. [KM-06]