Bobby Nasution Tegaskan Pria yang Diamankan Bukan karena Ancam Patahkan Lehernya

MEDAN, KabarMedan.com | Wali Kota Medan Bobby Nasution menanggapi perihal ditangkapnya seorang pria yang baru-baru ini cekcok dengan petugas e-parking di kawasan Jalan Rahmadsyah, Kota Medan.

Pria berinisial RP itu ditangkap setelah video marah-marahnya kepada seorang petugas parkir viral di media sosial. Saat itu, ia beberapa kali terdengar melontarkan kalimat pengancaman terhadap juru parkir, bahkan terseret nama Bobby Nasution.

“Kau panggil bos kau kemari, ya kau panggil Pak Bobby tu kemari, biar ku patahkan batang leher Pak Bobby tu sekalian. Atau kau aja yang ku patahkan batang leher kau itu, mau?” ujar pelaku dalam video tersebut,” ujarnya dalam video itu,

Baca Juga:  Program IM3 Pasti Simpel Buat Pelanggan Sumatra Bawa Pulang Motor Listrik

Atas tertangkap RP, Bobby menegaskan bahwa hal itu bukan karena ada ancaman terhadap namanya, melainkan sudah terjadi tindak dugaan penganiayaan terhadap sang juru parkir.

“Itu di lapangan biasa. Cuma yang paling saya tekankan petugas parkir kita yang jadi korban, walaupun nggak jadi dipatahkan lehernya, tapi kemarin tangannya ditarik, dijepit di jendela mobil dan mobilnya dijalanin. Itu poin pentingnya, karena sudah ada kejadian, sudah ada korban, sudah ada yang terluka,” ujar Bobby.

“Sudah diamankan, tapi bukan karena patahkan leher ya. Bukan karena bilang patahkan leher Bobby, bukan. Tapi karena tangannya dijepit oleh pelaku, masuknya ke penganiayaan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Musnahkan Barbut Narkoba, 100 Gram Sabu dan 19 Butir Ekstasi

Sementara itu, RP yang diamankan mengaku bahwa dirinya tak bermaksud tidak membayar parkir. Ia yang ingin membayar secara cash, namun petugas parkir terus meminta agar ia membayar dengan menggunakan E-Toll, sesuai dengan peraturan e-parkir di Kota Medan saat ini.

Namun keduanya lanjut cekcok, bahkan nama Bobby Nasution terseret ke dalamnya. Kendati demikian RP menyebut ia tak tahu bahwa nama Bobby yang disebut petugas parkir adalah Wali Kota, dan mengira Bobby adalah kepala preman wilayah tersebut. [KM-06]