
SERDANG BEDAGAI,KabarMedan.com | Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu, menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan para pengusaha SPBU, dalam mengantisipasi antrean panjang pengendara dalam pendistribusian BBM belakangan ini sangat terbatas.
Beliau meminta para pengelola SPBU untuk mengatur jalannya antrean agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan umum yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
“Kami meminta kerja sama yang kooperatif dari pihak pemilik dan pengelola SPBU. Jika di lapangan terjadi kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan parah atau gesekan antarpengendara, segera hubungi Call Center Kepolisian 110 agar personel kami dapat segera turun memberikan pengamanan”, demikian tegas Kapolres saat memimpin Rakoor Lintas Sektoral Antisipasi Kelangkaan BBM, via zoom bersama Polda Sumut dan Pemkab Sergai serta sejumlah PJU, di Aula Patriatama Mapolres Sergai,Rabu (15/07/2026)
Lebih lanjut Kapolres menyampaikan, komitmen Kepolisian, khususnya Kepolisian Resor Sergai dalam mengawal stabilitas pendistribusian BBM di wilayahnya.
“Polres Serdang Bedagai bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pengamanan secara melekat disetiap SPBU yang ada di wilayah hukum kami. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), karena pasokan BBM terus diupayakan normal kembali oleh Pertamina,” Tambahnya.
Ia juga mengingatkan para pengelola SPBU untuk memberikan transparansi informasi kepada konsumen tentanh ketersediaan stok dan jamoperasiona SPBU sehingga tidak terjadi antrean yang dapat mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan.
“Kami menyarankan agar SPBU memasang plang informasi atau pemberitahuan yang jelas mengenai ketersediaan stok atau jam operasional. Langkah ini penting guna mengedukasi masyarakat, menghindari kesalahpahaman, dan menjaga situasi kamtibmas di Serdang Bedagai tetap sejuk dan kondusif,” tutupnya.
Sebelumnya, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumut, mengungkap sejumlah faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya antrean kendaraan di SPBU.
Masalah utama bersumber dari hulu hingga hilir, di antaranya soal kendala penyesuaian operasional di fuel terminal akibat gangguan tenaga kerja, sehingga pasokan dikirim secara bertahap dan tidak mampu memenuhi volume permintaan harian SPBU secara penuh.
Selain itu terjadi pengurangan jumlah armada akibat tindakan tegas (pemberhentian) terhadap sejumlah pengemudi truk tangki yang melakukan pelanggaran, serta banyak SPBU hanya mengoperasikan satu unit dispenser dengan petugas terbatas.
Hal ini diperparah oleh sempitnya area SPBU yang kerap tertutup oleh kendaraan besar, serta adanya pembatasan jam operasional yang memicu penumpukan kendaraan sebelum SPBU dibuka.
Dampak dari kondisi ini sangat dirasakan oleh masyarakat, mulai dari kemacetan lalu lintas yang memanfaatkan badan jalan, kerugian waktu dan materi bagi pengemudi angkutan umum serta ojek daring, hingga potensi terhambatnya arus logistik barang.
Guna mengatasi persoalan ini, pihak Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mempercepat pemulihan stok di Sumatra Utara. Pertamina menambah pasokan cadangan (supply) yang disokong dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan IT Lhokseumawe.
Selain itu, Pertamina mengerahkan tambahan 30 unit armada tangki cadangan (Spot Charter) dan memprioritaskan distribusi ke jalur-jalur logistik utama serta melakukan penebalan stok (build-up stock) di SPBU strategis sepanjang jalur lintas Sumatra.
Di sisi lain, Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) melalui Karo Ops melaporkan bahwa dari total 324 titik SPBU di Sumut, terdapat 125 SPBU yang terdampak kelangkaan, di mana 15 titik berada di wilayah Serdang Bedagai.
Kendati demikian, situasi keamanan di wilayah Serdang Bedagai secara umum masih dalam kategori aman dan kondusif.[KM-04]













