Mendagri Turunkan Tim Selidiki Ciuman Massal PNS di Nias Selatan

NIAS SELATAN, KabarMedan.com | Beredarnya di media sosial foto-foto belasan PNS di Nias Selatan yang berpelukan dan berciuman saat apel pagi, di halaman Kantor Bupati Nias Selatan, pada Selasa (14/2/2017) menuai kontroversi dari berbagai pihak.

Salah satu PNS yang ikut dalam aksi ciuman tersebut, Amsaro Sarumaha menceritakan, kronologis peristiwa yang terjadi tepat pada perayaan Hari Valentine itu. Saat itu berlangsung apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Selatan.

“Kadis menjelaskan tentang pemanfaatan limbah botol plastik, salah satunya dijadikan bunga. Karena ada bunga dan sedang pas momen Valentine, Bupati lalu memanggil pasangan PNS yang suami – istri. Bupati mengatakan kepada suami kecuplah kening istrimu, lalu kepada istri ciumlah suamimu. Setelah itu bunga diserahkan. Itulah yang terjadi,” ungkap Amsaro, seperti dikutip dari BBC Indonesia, Senin (20/2/2017).

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

Amsaro menyatakan, dia keberatan dengan apa yang muncul di media sosial, karena tidak sesuai dengan apa yang terjadi.

“Itu bukan ciuman massal. Itu ciuman antara suami-istri. Dan yang saya cium itu istri saya sendiri. Saya juga tidak merasa melanggar aturan, karena saya tidak mencium istri orang atau pasangan yang belum saya nikahi,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Nias Selatan, Aris Agustus Dachi, menilai ciuman di depan umum bukanlah bagian dari budaya Indonesia.

“Mereka (para PNS yang berciuman=red) telah mengotori budaya Nias Selatan,” ungkapnya kepada wartawan di Nias Selatan, Daniel Tulus Simanjuntak.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Meski pun begitu, ketika ditanya apakah ada aturan yang dilanggar oleh pasangan suami-istri PNS tersebut, Aris menyebut ‘tidak ada’.

“Saya pikir budaya tidak pernah diatur dalam bermasyarakat, di aparatur sipil negara,” kata Aris yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan.

Ramainya pemberitaan di media sosial dan online terkait ciuman massal para suami – istri PNS ini, ternyata menyita perhatian Pemerintah pusat. Bahkan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, menyatakan timnya telah meminta satu orang perwakilan Kanwil untuk menyelidiki peristiwa itu. [Sumber: BBC Indonesia]